Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Maduro: Venezuela Miliki 5.000 Rudal Rusia untuk Lawan AS

POROS PERLAWANAN — Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyatakan pada Kamis (23/10), bahwa negaranya memiliki sekitar 5.000 rudal antipesawat buatan Rusia yang siap digunakan untuk menghadapi potensi ancaman militer Amerika Serikat di Laut Karibia.

Mengutip laporan AFP pada Rabu (22/10), Maduro dalam sebuah upacara yang dihadiri pejabat tinggi militer Venezuela menegaskan bahwa Caracas memiliki sistem rudal permukaan-ke-udara jarak pendek Igla-S buatan Rusia. “Sebanyak lima ribu unit rudal tersebut telah ditempatkan di posisi pertahanan udara utama untuk menjamin perdamaian,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington. Amerika Serikat menuduh Maduro melakukan kecurangan dalam pemilihan presiden Venezuela tahun lalu, serta mengaitkannya dengan kelompok ‘Kartel Matahari’, yang dituding memfasilitasi perdagangan narkotika ke AS.

Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim tengah memerangi perdagangan narkoba telah mengerahkan kekuatan militer besar ke Laut Karibia, termasuk kapal perusak bersenjata peluru kendali, jet tempur F-35, kapal selam bertenaga nuklir, serta sekitar 6.500 personel militer.

Menurut laporan setempat, operasi militer AS di kawasan tersebut telah menyebabkan sedikitnya 32 korban jiwa sejauh ini.

Menanggapi langkah itu, Maduro menyebut tindakan Washington sebagai ancaman terbesar bagi kawasan Amerika Latin dalam seratus tahun terakhir.

“Venezuela kini menghadapi ancaman terbesar yang pernah dihadapi benua kami dalam satu abad,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menuduh Amerika Serikat telah melancarkan “perang yang tidak dideklarasikan” terhadap Caracas melalui pengerahan kapal perangnya di Laut Karibia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *