Mantan Diplomat Inggris: Israel Tidak Mampu Hadapi Iran
POROS PERLAWANAN — Mantan diplomat Inggris, Alastair Crooke menilai entitas Israel kemungkinan tidak mampu menghadapi Iran dalam potensi konfrontasi berskala lebih luas. Menurutnya, penilaian internal di Departemen Pertahanan Amerika Serikat terkait skenario konflik dengan Iran disebut terbelah, dengan sebagian pihak meragukan kemampuan Israel menahan eskalasi.
Pernyataan itu disampaikan Crooke dalam wawancara dengan podcast Judging Freedom pada Kamis 29 Januari. Ia merujuk pada bukti lapangan yang, menurutnya, tampak dalam konfrontasi terbaru antara Iran dan Israel.
Crooke mengatakan serangan yang dialami Israel belakangan ini memperlihatkan adanya celah dalam sistem pertahanan. Ia juga mengkritik pendekatan Barat yang dinilai cenderung meremehkan kemampuan lawan, terutama ketika menyangkut negara atau kelompok yang dikategorikan sebagai “musuh”.
Lebih lanjut Crooke membandingkan situasi saat ini dengan sejumlah pengalaman sebelumnya, termasuk Perang Juli 2006, yang menurutnya juga diwarnai kesalahan perhitungan dalam membaca kekuatan pihak lawan.
Crooke turut menyinggung dinamika internal Iran. Ia menilai berbagai upaya untuk menggoyahkan stabilitas negara tersebut tidak membuahkan hasil. Menurutnya, pemutusan jaringan komunikasi eksternal justru berkontribusi pada menurunnya tingkat kerusuhan, serta munculnya demonstrasi pro-Pemerintah.
Ia juga menyatakan strategi Amerika Serikat dan Israel yang mengarah pada “perubahan rezim” tidak mencapai tujuan, baik melalui tekanan militer maupun ekonomi. Crooke menunjuk pada solidnya lembaga-lembaga negara Iran serta berlanjutnya penguatan kemampuan pertahanan sebagai faktor utama yang membuat upaya tersebut gagal.
