Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Mashal: Jika Inginkan Gencatan Senjata, Israel Harus Penuhi Syarat dan Tuntutan Poros Perlawanan Palestina

POROS PERLAWANAN – Tokoh gerakan perlawanan Hamas di luar Pelestina, Khaled Mashal menyebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi Rezim Zionis, jika mereka ingin Poros Perlawanan Palestina menghentikan serangannya.

Dilansir Fars, dalam wawancara dengan TRT Arabic, Mashal mengatakan, “Di antara tuntutan-tuntutan Hamas untuk menghentikan gempuran ke Israel adalah keluarnya Tentara Penjajah dari Masjid Aqsa dan diizinkannya warga Palestina untuk memasuki Masjid serta melaksanakan ibadah salat di sana dengan leluasa.”

“Rezim Penjajah juga mesti membatalkan penggusuran warga Sheikh Jarrah di Quds, membebaskan mereka yang ditahan baru-baru ini, dan menghentikan agresi ke Gaza,” imbuhnya.

Menanggapi upaya Turki, Mesir, dan Qatar untuk menghentikan invasi Israel ke Gaza, Mashal berkata, “Hamas telah memberitahu para mediator bahwa pertama-tama Israel harus menghentikan serangan dan agresinya.”

Sebelum ini, dalam wawancara dengan Russia Today, Mashal bicara soal kemungkinan Hizbullah melibatkan diri dalam pertempuran saat ini, ia menjelaskan, ”Masalah ini berkaitan dengan pihak yang ingin terjun dalam perang saat ini. Kami menyerahkan evaluasi masalah kepada mereka. Hamas dan kelompok-kelompok Palestina lain memahami kerumitan situasi. Kami tidak memohon siapa pun untuk terlibat dalam perang. Namun kami berharap semua terjun dalam pertempuran.”

Ia juga mengomentari ancaman serangan darat dari Israel. Mashal menyatakan, sebelum ini Militer Israel pernah mencoba melakukan operasi perang darat di Gaza. Sehingga Israel tahu bahwa serangan darat justru akan merugikan pihaknya serta menjadi perangkap baginya.

Menurut Mashal, bangsa Palestina mencari kebebasan dan tak akan pernah berhenti meraih tujuan mereka. Keputusan mereka untuk melawan juga tidak dipengaruhi intervensi negara-negara di Kawasan dan internasional.

Terkait senjata Poros Perlawanan di Gaza, ia mengatakan, ”Senjata dibuat di Gaza. Tak ada rudal yang dikirim ke Hamas dari luar Gaza.”

Tags: