Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Takut Terkena Rudal Palestina, Kapal-kapal Tanker Enggan Merapat ke Pelabuhan Israel

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, kapal-kapal tanker yang memuat minyak Laut Hitam menuju Tanah Pendudukan meminta untuk mengubah pelabuhan tujuan mereka.

Reuters melaporkan, sedikitnya dua korporasi kapal meminta untuk mengosongkan muatan minyak mentah mereka dari pelabuhan Askelon ke pelabuhan Haifa. Permintaan ini diajukan lantaran mereka khawatir atas serangan rudal Palestina ke Israel.

Pada Selasa 11 Mei lalu, sebuah kawasan industri di dekat Askelon dihantam salah satu rudal Gaza. Sebuah tempat cadangan minyak milik perusahaan minyak dan infrastruktur Rezim Zionis juga dikabarkan hancur. Perusahaan ini mengelola sebuah jaringan pipa bahan bakar di Israel.

Rezim Zionis memiliki dua kilang minyak. Salah satunya dikelola korporasi Paz Oil di dekat Askelon dengan kapasitas produksi 100 ribu barel per hari. Kilang minyak lainnya dengan kapasitas produksi 200 ribu barel per hari dikelola oleh Bazan Group di sekitar Haifa.

Di lain pihak, serangan gencar roket pejuang Palestina ke Israel telah menimbulkan kerugian jiwa dan ekonomi sangat besar bagi Rezim Zionis.

Jumat kemarin, Jubir Militer Israel mengumumkan, sebanyak 2 ribu roket telah ditembakkan dari Gaza ke arah Tanah Pendudukan.

Menurut kantor berita France Press, ini adalah kali pertama sejak Perang Gaza di tahun 2014 bahwa Israel menderita kerugian sebesar ini; kerugian yang meliputi rumah-rumah hancur, kendaraan-kendaraan terbakar, dan sebuah pusat fasilitas minyak yang rusak.

Berdasarkan statistik resmi Israel, serangan roket Palestina hingga kini telah menewaskan 9 orang, termasuk beberapa serdadu, dan melukai 564 lainnya.

Gempuran roket Palestina juga telah menyebabkan putusnya aliran listrik di kawasan barat Beirshaba dan permukiman-permukiman sekitarnya.

Perjalanan kereta dari Tel Aviv dan pusat kota Israel ke kawasan-kawasan selatan juga berhenti total.

Pada Rabu 12 Mei lalu, perusahaan minyak AS Chevron mengumumkan penutupan total stasiun gas Tamar di timur Laut Meditarenia, yang dilakukan atas perintah Kementerian Energi Israel.

Ladang gas Tamar berada di 90 km barat Haifa dan memproduksi 10 miliar kubik gas per tahun.

Ladang gas ini ditutup usai terjadinya kebakaran besar di jalur pipa minyak antara Askelon dan Eilat, yang diakibatkan serangan roket Palestina.

Banyak toko-toko yang ditutup. Volume transaksi di bursa saham Israel juga merosot drastis. Asosiasi Industri Israel mengumumkan, kerugian yang diderita sektor ini dalam 3 hari pertama serangan Palestina mencapai lebih dari 160 juta dolar.

Tags: