Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Max Blumenthal Usai Militer AS Serang Jembatan B1 Karaj: ‘Kami Teroris’, Publik AS Murka

POROS PERLAWANAN – Serangan Amerika Serikat terhadap Jembatan B1 di Karaj, Iran, memicu gelombang kemarahan, termasuk dari dalam negeri AS sendiri. Penulis dan jurnalis Amerika, Max Blumenthal menyampaikan kritik paling tajam dengan pernyataan singkat yang langsung viral: “Kami teroris.”

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara yang menghancurkan Jembatan B1 di Karaj, Iran, pada Kamis 2 April. Jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan ketinggian sekitar 136 meter yang menghubungkan Teheran dan Karaj itu dilaporkan runtuh setelah dihantam dua serangan. Serangan tersebut juga dikonfirmasi langsung oleh Presiden Donald Trump sebagai bagian dari upaya menekan Iran.

Serangan terhadap infrastruktur sipil itu menjadi titik balik persepsi publik. Di media sosial, banyak pengguna menilai kebijakan Militer Washington semakin tak terkendali dan kehilangan arah strategis.

Blumenthal menyoroti tindakan tersebut lewat akun pribadinya. Unggahan itu langsung memicu diskusi luas, sekaligus memperkuat kritik terhadap operasi militer AS yang dinilai mulai menyasar target nonmiliter.

Di Iran, kecaman datang dari pejabat tinggi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan teror terhadap fasilitas sipil dan menggambarkannya sebagai “keruntuhan moral musuh”. Dia menegaskan bahwa serangan semacam ini tidak akan memaksa Iran untuk menyerah.

Retorika Trump soal membantu rakyat Iran juga langsung dipertanyakan. Fakta di lapangan menunjukkan serangan justru menghantam infrastruktur publik, termasuk fasilitas layanan sipil yang berdampak langsung pada warga.

Sejumlah analis menilai langkah ini sebagai indikasi kegagalan mencapai target strategis. Ketika operasi militer tidak menghasilkan hasil signifikan, serangan ke objek sipil kerap dipakai untuk membangun citra kemenangan.

Narasi kemenangan yang disampaikan Trump usai serangan juga menjadi bahan ejekan. Banyak pengguna media sosial menilai penghancuran infrastruktur sipil bukan simbol keberhasilan, melainkan tanda kebuntuan.

Salah satu pengguna di platform X pada Kamis, menulis: “Trump bingung dan gila. Bagaimana meledakkan infrastruktur sipil bisa membantu perubahan rezim? Mereka adalah orang-orang yang kalian klaim ingin dibebaskan!”

Jembatan B1 Karaj merupakan salah satu proyek infrastruktur paling strategis di Iran. Selain menjadi penghubung penting antara Teheran dan Karaj, struktur itu juga dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah dan saat serangan terjadi masih berada dalam tahap pembangunan.

Data awal menunjukkan sedikitnya 8 orang tewas dan 95 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Trump sebelumnya membanggakan operasi ini melalui media sosial miliknya. Namun, klaim tersebut justru memperkuat kritik global: Amerika Serikat dinilai semakin terjebak dalam konflik yang dibangunnya sendiri, sambil berupaya menampilkan kemenangan dari target yang sulit dibenarkan, baik secara militer maupun moral.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *