Media Rusia Ungkap Pergerakan Kelompok-kelompok Teroris Gunakan Gas Kimia di Suriah
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Mayadeen, Kantor Berita RIA Novosti melaporkan bahwa bahwa Haiat Tahrir al-Sham tengah bersiap menggunakan bahan beracun di kawasan-kawasan barat laut Suriah.
Menurut RIA Novosti, gas-gas beracun telah dipindahkan dari salah satu pangkalan Partai islam Turkestan ke dekat kota Jasr al-Shughur.
Sebuah sumber lokal Suriah menyatakan, gas-gas beracun itu dipindahkan untuk digunakan di Provinsi Aleppo dan Idlib.
Pergerakan ini dilakukan di tengah memanasnya konflik di Suriah. Perkembangan ini memicu kekhawatiran akan potensi digunakannya senjata kimia di negara tersebut.
Sementara itu, Dubes Iran untuk Suriah, Hossein Akbari dalam wawancara dengan al-Mayadeen menyatakan,”Hubungan Iran-Suriah sangat berkembang pesat. Dukungan timbal balik antara kedua negara dalam kondisi-kondisi sulit adalah hal lumrah.”
“Ancaman ISIS bukan hanya menyasar Suriah dan rakyatnya saja. ISIS adalah ancaman bagi seluruh negara dunia, termasuk tetangga-tetangga Suriah dan negara-negara Islam.”
“Jika ISIS bisa memperkuat diri di Suriah dan Irak, bahayanya akan mengancam Eropa, Asia Tenggara, dan negara-negara Islam.”
“Sikap anti-Israel yang ditunjukkan Suriah meningkatkan tekanan atas negara ini dari negara-negara dunia.”
Akbari menyoroti peran Washington dalam krisis Suriah dan mengatakan,”AS berusaha keras memicu perselisihan antara Suriah dan Iran serta para anggota Poros Perlawanan.”
“AS memiliki niat terpendam untuk bercokol di Suriah demi kepentingan Israel.”
“Ada banyak tanda peran Israel dalam perkembangan di Suriah saat ini. Salah satunya adalah serangan kelompok-kelompok teroris dilakukan bersamaan dengan gencatan senjata di Lebanon.”
Di akhir wawancara, Dubes Iran menyatakan bahwa kendati Suriah harus membayar mahal untuk pendiriannya, namun bayaran itu jauh lebih murah dari konsekuensi menyerah di hadapan musuh.
