Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Media Saudi: Dewan Transisi Selatan Yaman Umumkan Pembubaran

Media Saudi: Dewan Transisi Selatan Yaman Umumkan Pembubaran

POROS PERLAWANAN — Media Saudi melaporkan bahwa Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) di Yaman telah sepakat untuk membubarkan diri, di tengah pernyataan berbeda dari juru bicaranya yang menegaskan bahwa keputusan terkait Dewan hanya dapat diambil oleh seluruh Badan Kepemimpinannya.

Mengutip Al Mayadeen pada Sabtu 10 Januari, Dewan Transisi Selatan mengumumkan pada Jumat pembubaran Dewan beserta seluruh Badan, lembaga utama, dan unit afiliasinya, serta penutupan kantor-kantor di dalam dan luar negeri.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan video yang disiarkan televisi Pemerintah Yaman. Pernyataan itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Kepresidenan, Abdul Rahman al-Subaihi, di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, dan dipublikasikan oleh Kantor Berita Saba.

Dalam pernyataannya, al-Subaihi menyebutkan bahwa pembubaran Dewan Transisi Selatan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan terkini di provinsi Hadramaut dan Al-Mahra. Langkah tersebut, menurutnya, bertujuan membuka jalan bagi partisipasi dalam Konferensi Dialog Selatan yang akan digelar di Riyadh di bawah naungan Kerajaan Arab Saudi.

“Kami mengumumkan pembubaran Dewan Transisi Selatan, seluruh Badan dan lembaga utamanya, penutupan semua kantor di dalam dan luar negeri, serta komitmen untuk memperjuangkan aspirasi selatan melalui kerja sama dan persiapan menuju konferensi selatan yang komprehensif,” kata al-Subaihi.

Sejumlah saluran berita Saudi melaporkan bahwa anggota Dewan Transisi Selatan telah menyepakati pembubaran tersebut. Media Saudi juga mencatat bahwa Ketua Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab, Aidarus al-Zubaidi, telah meninggalkan Yaman dan tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan di Riyadh.

Sebelumnya, pada 3 Januari, Arab Saudi mengundang seluruh komponen politik selatan Yaman untuk mengikuti konferensi di Riyadh guna merumuskan visi komprehensif terkait penyelesaian isu selatan. Undangan itu disampaikan beberapa jam setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi meminta Riyadh menjadi tuan rumah konferensi tersebut—langkah yang kemudian disambut sejumlah negara Arab.

Al-Subaihi juga menegaskan bahwa Dewan Transisi Selatan tidak terlibat dalam keputusan peluncuran operasi militer menuju provinsi Hadramaut dan Al-Mahra. Operasi tersebut, menurutnya, telah merusak persatuan internal kelompok selatan dan memperburuk hubungan dengan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid bin Salman menyebut keputusan tokoh-tokoh selatan untuk membubarkan Dewan Transisi sebagai “langkah berani”. Ia menegaskan bahwa perwakilan dari seluruh provinsi selatan Yaman akan dilibatkan tanpa pengecualian dalam Konferensi Riyadh yang membahas masa depan isu selatan.

Di sisi lain, juru bicara Dewan Transisi Selatan menyatakan bahwa keputusan apa pun terkait Dewan hanya dapat diambil secara kolektif oleh seluruh Badan Kepemimpinannya, sehingga memunculkan perbedaan narasi terkait status pembubaran tersebut.

Perkembangan ini terjadi di tengah dinamika keamanan di selatan Yaman. Pasukan “Perisai Tanah Air” yang didukung Arab Saudi sebelumnya mengumumkan telah menyelesaikan penempatan pasukan di Kegubernuran Aden sesuai rencana yang terkoordinasi dengan otoritas terkait.

Ketegangan antara Dewan Kepemimpinan Kepresidenan dan Dewan Transisi Selatan juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir, menyusul operasi militer yang dilancarkan STC di sejumlah wilayah sebelum kemudian menarik diri dari sebagian area.

Dalam konteks yang sama, Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan, Rashad al-Alimi mengeluarkan sejumlah keputusan terkait pemberhentian dan pengangkatan pejabat militer serta sipil di Aden, Hadramaut, dan Al-Mahra, serta merujuk beberapa pejabat untuk menjalani penyelidikan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *