Syekh Naim Qasim Bertemu Menlu Iran, Bahas Dampak Perkembangan Kawasan dan Global
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas dampak dan konsekuensi perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah serta dinamika global.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat 9 Januari, dengan Araghchi didampingi delegasi Iran. Kedua pihak membahas situasi regional, termasuk implikasi politik, keamanan, dan ekonomi dari eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Menurut Al-Mayadeen, dalam pertemuan itu, Syekh Naim Qasim menyoroti berlanjutnya apa yang ia sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel, serta kegagalan pihak Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata. Ia juga menyinggung pernyataan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu tentang gagasan “Israel Raya”, yang dinilai mencerminkan ambisi ekspansionis.
Sekaitan kerja sama menghadapi agresi, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa Hizbullah akan terus berkoordinasi dengan negara dan Militer Lebanon untuk mengakhiri pendudukan, menghentikan serangan, serta memperjuangkan pembebasan para tahanan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan komitmen Teheran untuk memperkuat hubungan dengan Lebanon. Ia menjelaskan bahwa kehadiran delegasi ekonomi Iran bertujuan meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Araghchi juga menyinggung ancaman yang dihadapi Iran, dengan menegaskan bahwa tekanan eksternal tidak akan memaksa Teheran melepaskan haknya atas program nuklir damai maupun pengembangan kemampuan pertahanan nasional.
Dalam agenda terpisah, Presiden Lebanon, Joseph Aoun menerima Menteri Araghchi di Istana Baabda. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Aoun menyatakan kesiapan Lebanon untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Iran, dengan menekankan kepentingan bersama bagi rakyat kedua negara.
Araghchi menambahkan bahwa selama kunjungannya ke Lebanon, telah berlangsung sejumlah pertemuan dan konsultasi yang dinilainya konstruktif dengan berbagai pejabat Lebanon. Pertemuan tersebut, menurutnya, turut membahas ancaman dan serangan Israel terhadap Lebanon yang berdampak luas terhadap stabilitas dan keamanan Kawasan.
