Mega-Proyek 28,57 Triliun Keluarga Trump di Indonesia
POROS PERLAWANAN — Proyek bisnis keluarga Trump di Indonesia kembali menjadi sorotan internasional setelah Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kedapatan menyebut nama Eric Trump, putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam sebuah pertemuan pemimpin dunia pasca-gencatan senjata di Gaza.
Pernyataan singkat namun viral itu menarik perhatian media global, termasuk CNN, yang kemudian menanyakan tanggapan Eric Trump selaku Executive Vice President Trump Organization.
Mengutip laporan Kompas.com (18 Oktober 2025), momen tersebut menjadi pintu masuk bagi sorotan media terhadap hubungan bisnis jangka panjang keluarga Trump dengan mitra strategis di Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Eric Trump menyambut momen itu dengan nada bangga, menyebutnya sebagai bentuk pengakuan atas “magnitudo dan keunggulan” proyek-proyek properti mewah yang mereka kembangkan di Indonesia selama satu dekade terakhir.
Menurut Eric, permintaan pertemuan dari seorang kepala negara menunjukkan besarnya dampak investasi keluarganya di Indonesia.
“Saya merasa terhormat Presiden Indonesia mengetahui proyek tersebut. Itu karena kami memiliki dua proyek real estate paling signifikan di kawasan itu,” ujarnya seperti dikutip CNN.
Eric juga menegaskan bahwa dirinya belum pernah bertemu langsung dengan Presiden Indonesia. Hal itu, katanya, justru menjadi bukti bahwa tembok pemisah antara urusan politik dan bisnis dalam keluarga Trump tetap dijaga ketat. Ia menepis dugaan konflik kepentingan dan menyebut minat dari pemimpin negara lain murni didasarkan pada skala dan reputasi proyek yang mereka bangun.
Dua Proyek Ultra-Mewah Trump di Indonesia
Masih menurut laporan Kompas.com, Trump Organization mengembangkan dua proyek besar di Indonesia melalui kerja sama dengan MNC Group milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo sejak tahun 2014–2015.
Keduanya mengusung konsep resor terintegrasi ultra-mewah bintang enam, lengkap dengan fasilitas golf kelas dunia dan hunian eksklusif.
1. Trump International Golf Club Lido
Berlokasi di kawasan MNC Lido City, Bogor–Sukabumi, proyek ini merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City seluas sekitar 3.000 hektare.
Area seluas 350 hektare di antaranya diperuntukkan bagi Trump International Golf Club dan resor terpadu yang mencakup:
– Lapangan golf 18 hole bertaraf kejuaraan dunia, dirancang oleh Ernie Els.
– Trump International Hotel & Tower Lido.
– Kondominium, vila, dan mansion mewah.
Kawasan ini terletak di kaki Gunung Salak dan Gede Pangrango, berjarak sekitar satu jam dari Jakarta melalui Tol Bocimi.
2. Trump International Golf Club & Resort Bali
Proyek kedua terletak di kawasan MNC Bali Resort, seluas 102 hektare, dengan panorama langsung ke Pura Tanah Lot.
Fasilitasnya mencakup Trump International Resort, Golf Club & Residences Bali, lapangan golf rancangan legenda Phil Mickelson, beach club, serta hotel mewah berkapasitas 150 kamar.
Total nilai investasi gabungan kedua proyek tersebut diperkirakan mencapai 2 miliar Dolar AS, atau sekitar Rp28,57 triliun saat pertama kali diumumkan.
Isu Konflik Kepentingan dan Status KEK
Meski Eric menegaskan bahwa proyek-proyek ini dimulai jauh sebelum Donald Trump menjabat Presiden AS dan dikelola sepenuhnya oleh keluarga, keduanya tetap menjadi sorotan karena potensi konflik kepentingan antara bisnis dan politik.
Proyek Lido City, yang berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, mendapat berbagai fasilitas istimewa dari Pemerintah Indonesia, antara lain:
– Pembebasan pajak penghasilan (tax holiday) hingga 20 tahun.
– Keringanan PPN dan PPnBM bagi pengembang dan investor.
Status KEK ini memberi keuntungan fiskal besar bagi pengembang, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana keterlibatan bisnis asing dapat bersanding dengan kepentingan politik nasional tanpa menimbulkan konflik etis maupun strategis.
Latar Belakang dan Konteks Politik
Keterkaitan simbolik antara keluarga Trump dan elite bisnis-politik Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Hubungan itu kembali mencuat di tengah meningkatnya pengaruh ekonomi Amerika di Asia Tenggara, terutama setelah penandatanganan “Fact Sheet: The United States and Indonesia Reach Historic Trade Deal” oleh Gedung Putih pada Juli lalu.
Di tengah hiruk-pikuk isu domestik, mulai dari polemik ijazah presiden hingga perombakan Kabinet, kehadiran nama Trump di panggung ekonomi Indonesia seolah menjadi pengingat bahwa politik global dan bisnis elite tak pernah benar-benar berdiri di dua panggung terpisah.
Perlu diingat bahwa dalam diplomasi modern, sering kali yang paling menentukan bukan pernyataan resmi di meja perundingan, melainkan bisnis yang dijalankan dalam sunyi atau di kegelapan.
Sumber:
1. Kompas.com, “Proyek Bisnis Keluarga Trump di Indonesia Tembus Rp 28 Triliun”, 18 Oktober 2025.
2. CNN International Interview with Eric Trump, Oktober 2025.
3. Laman resmi Trump Organization dan MNC Land Corporate Report 2025.
