Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Menlu Iran: Selama Perilaku Jahatnya di Timteng Terpampang Nyata, Barat Lebih Baik Tutup Mulut Saja

Menlu Iran: Selama Perilaku Jahatnya di Timteng Terpampang Nyata, Barat Lebih Baik Tutup Mulut Saja

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan virtual Dialog Mediterania, Kamis 3 Desember menyinggung peran sanksi-sanksi AS yang membuat pandemi Covid-19 di Iran memburuk.

“Kami memiliki kader medis berkualitas. Namun mereka mengemban tanggung jawab berat untuk sekian lama. Kondisi ini yang sangat menguras energi. Sayangnya, kami berhadapan dengan situasi yang tak dihadapi negara lain, yaitu perang ekonomi yang lebih buruk dari pembatasan-pembatasan (program nuklir),” kata Zarif, seperti dilansir Fars.

“AS bahkan tidak membiarkan kami mengggunakan uang kami sendiri di berbagai negara untuk membayar vaksin Covid-19. Jika AS mengatakan hal selain ini, berarti mereka berdusta,” lanjutnya.

Menlu Iran juga bicara soal kondisi mengenaskan di Yaman. Menurut Zarif, krisis di negara itu bukan hanya dari sisi pandemi Covid-19 saja, tapi juga dari semua aspek kemanusiaan.

“Yaman berada dalam sebuah blokade, yang membuat rakyatnya tak bisa memperoleh bahan pangan dan obat-obatan. Kelompok yang melakukan kejahatan kemanusiaan di Iran, kini juga menghalangi rakyat Yaman dari makanan dan obat-obatan,” tuturnya.

Menanggapi kabar soal minat Joe Biden untuk kembali ke JCPOA, Zarif menyatakan bahwa AS sudah keluar dari JCPOA, namun belum keluar dari PBB. Sebab itu, katanya, Washington harus menaati aturan PBB dan Dewan Keamanan.

“Ada Resolusi 2231 Dewan Keamanan yang mesti dipatuhi AS sebagai anggota tetap Dewan Keamanan. Namun AS melanggar keras resolusi ini, sebab Pemerintahan Trump adalah rezim pembangkang,” tandas Zarif.

“Resolusi 2231 mesti dijalankan. AS tidak berada dalam posisi untuk menentukan syarat apa pun. AS harus berhenti melanggar hukum internasional. Ini sesuatu yang tak perlu dirundingkan.”

Menlu Iran lalu mengkritik dualisme Barat dalam sejumlah kebijakannya. Ia menyebut Barat mendukung agresi ke Yaman, aneksasi tanah Palestina, dan terorisme Israel. Namun di lain pihak, Barat tidak mengutuk teror yang menewaskan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

“Siapkah Barat untuk menghentikan tindakan jahatnya di Kawasan? Kami mengesampingkan topik-topik ini (rudal dan keamanan regional) karena Barat tidak siap menghentikan kejahatannya… Namun selama mereka belum melakukannya, Barat lebih baik tutup mulut saja,” pungkas Zarif.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *