Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Demi Keamanan Negara, UEA Relakan Kedua Tangannya Dibelenggu Zionis, ‘Musuh Islam Paling Berbahaya’

Demi Keamanan Negara, UEA Relakan Kedua Tangannya Dibelenggu Zionis, 'Musuh Islam Paling Berbahaya'

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, UEA pada hari Kamis 3 Desember kemarin secara resmi mengeluarkan visa bagi orang-orang Israel untuk berkunjung ke negara tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah beberapa hari sebelum ini, dalam sebuah tindakan yang aneh dan patut direnungkan, UEA secara resmi melarang warga dari 13 negara Islam memasuki wilayahnya.

Pemberian izin kepada orang-orang yang merupakan pangkal terorisme internasional, dan di lain pihak, pelarangan masuknya belasan negara-negara Muslim ke UEA menyiratkan sebuah pesan. Pesan itu adalah “berubahnya posisi teroris dan nonteroris di mata para penguasa UEA”, yang merupakan buah dari perubahan hubungan regional Abu Dhabi.

Tampaknya, tidak lama lagi cakupan label “negara-negara teroris” di mata penguasa UEA akan bertambah luas dan akan meliputi negara-negara baru. Atau, penangkapan aparat keamanan UEA terhadap warga negara-negara Muslim lain, yang secara tradisional adalah tenaga kerja di negara itu, akan kian meningkat.

Sebelum ini, dalam sebulan terakhir terbetik berita soal perlakuan kasar aparat keamanan dan intelijen UEA terhadap warga dari Irak dan Pakistan di negara tersebut.

Sebelum berlangsungnya pertemuan resmi normalisasi hubungan antara UEA dan Israel, ada sejumlah peristiwa menarik, yang menunjukkan ambisi dan hasrat besar Abu Dhabi untuk merangkul musuh Islam paling berbahaya, yaitu Rezim Zionis.

Dibukanya restoran Israel di UEA, izin pembangunan sekolah Yahudi, pembebasan penerbangan maskapai kedua belah pihak, dan baru-baru ini, penyelenggaraan acara perkawinan Israel di UEA, semua ini adalah pertanda bahwa selain di aspek politik, Zionis juga telah merasuk ke aspek sosial dan budaya UEA.

Sebelum normalisasi dideklarasikan, hubungan UEA-Israel sudah diwujudkan dalam bentuk kunjungan delegasi-delegasi olahraga, wisata, dan bahkan birokrasi.

Jika benar bahwa Putra Mahkota UEA, Muhammad bin Zayed berminat untuk membeli sistem pertahanan Iron Dome dari Israel, ini berarti bahwa Bin Zayed dengan kedua tangannya telah menyerahkan kunci keamanan negaranya kepada Rezim Zionis.

Sebelum ini, dengan adanya kesepakatan normalisasi, UEA secara resmi telah memberi keleluasaan kepada Israel untuk eksis di Teluk Persia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *