Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Menlu Iran Tanggapi Statemen Memuakkan Menteri Perang AS

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan penuh kebencian dan dendam dari Menteri Perang Pemerintahan teroris Amerika Serikat, Pete Hegseth.

“Ketika Menteri Perang AS menyatakan ‘tanpa ampun’, ia bukan sedang menunjukkan kekuasaan. Ia justru memperlihatkan kebangkrutan moralnya sendiri dan ketidaktahuannya akan hukum perang,” cuit Araghchi, Tasnim memberitakan.

“Kami menyarankan dia untuk mempelajari Konvensi Den Haag dan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, kecuali jika dia ingin bergabung dengan Netanyahu sebagai penjahat perang,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim bahwa klaim yang dilontarkan oleh media Axios—yang terkenal karena kerap menyebarkan berita palsu mengenai hubungan Iran-AS—mengenai adanya kontak dengan AS dalam beberapa hari terakhir ini adalah tidak benar dan tidak berdasar.

“Seiring meningkatnya tekanan militer dan ekonomi terhadap Trump, dia menjadi putus asa dan, di ranah politik, menciptakan kedok negosiasi untuk memengaruhi pasar energi, padahal agresi dan operasi militernya terhadap warga Iran tidak berkurang, bahkan kian bertambah,” kata pejabat tersebut.

Menurutnya, Iran tidak memercayai janji-janji Trump. Dia telah memainkan kebohongan yang sama setidaknya dua kali di tengah-tengah negosiasi yang sedang berlangsung, dengan menyerang Iran. Tidak ada pembahasan soal kesepakatan yang tidak menjamin kepentingan keamanan nasional jangka panjang Iran dan mitra-mitra regionalnya. Ia menegaskan, situasi keseluruhan di Kawasan tentu tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *