Militer Israel Akui Perang Gaza ‘Tak Berujung dan Tidak Manusiawi’
POROS PERLAWANAN – Beberapa tentara Israel yang menolak untuk bertugas di Gaza secara terbuka mengkritik perang yang berlangsung serta krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Mereka menilai bahwa secara moral, tidak mungkin lagi melanjutkan keterlibatan mereka dalam operasi militer tersebut.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Minggu 29 Juni, seorang perwira Israel berpangkat Kapten yang menolak penugasan di Gaza menyampaikan kepada surat kabar The Times bahwa ia merasa ngeri menyaksikan konflik yang tak kunjung usai, kematian warga sipil yang tak bersalah, serta pengabaian terhadap penderitaan para tawanan.
“Secara etis, saya tidak bisa melanjutkan tugas saya kecuali ada perubahan mendasar,” ungkap perwira tersebut.
Ia juga menambahkan: “Mereka mengeklaim ingin mencegah bencana kemanusiaan di Gaza, tetapi apa yang saya lihat justru sepenuhnya bertentangan dengan pernyataan itu.”
Perwira tersebut mengakui bahwa meskipun tujuan yang diumumkan adalah untuk menghancurkan Hamas, kelompok tersebut masih tetap eksis hingga kini.
Seorang spesialis urusan sosial yang bertugas di unit cadangan Militer Israel juga menyampaikan pandangan serupa. Kepada The Times, ia mengatakan, “Di Rafah, yang saya saksikan hanyalah kebakaran, pembunuhan, dan pengungsian massal. Tentara Israel tidak lagi melihat penduduk Gaza sebagai manusia.”
Ia menambahkan bahwa moral di kalangan pasukan cadangan sangat menurun, dan tingkat partisipasi dalam dinas militer telah berkurang hingga setengahnya.
