Trump Ancam Tangguhkan Bantuan Militer untuk Israel Jika Netanyahu Diadili
POROS PERLAWANAN – Untuk kedua kalinya, Donald Trump melalui medsos X dan Truth Social mengkritik proses pengadilan atas PM Israel, Benyamin Netanyahu. Presiden AS menganggap pengadilan atas Netanyahu sebagai “kegilaan.”
“Apa yang mereka lakukan terhadap Netanyahu di Israel benar-benar sebuah bencana. Dia adalah seorang pahlawan perang da Perdana Menteri yang sukses bekerja sama dengan AS dalam melenyapkan ancaman nuklir Iran,” cuit Trump, dilansir Fars.
“Bagaimana mungkin mereka memaksa Perdana Menteri Israel duduk sepanjang hari di pengadilan, hanya untuk membahas hal remeh temeh (rokok, boneka Bugs Bunny, dan semacamnya)? Ini adalah sebuah pengejaran politis. Sangat mirip dengan apa yang terpaksa saya tanggung.”
Trump lalu mengeluarkan ancaman tersirat untuk menangguhkan bantuan militer bagi Israel. “AS telah menghabiskan miliaran Dolar untuk menyokong Israel. Kami tidak bisa membiarkan kondisi ini. Biarkan Bibi (Netanyahu) melakukan tugasnya. Dia mengemban misi besar di pundaknya!”
Dua hari lalu, Trump juga mendesak agar pengadilan atas Netanyahu dibatalkan atau agar dia diampuni. Pengadilan terkait 4 kasus korupsi Netanyahu telah dibentuk sejak 24 Mei 2020 dan masih berlanjut hingga sekarang.
Permintaan Presiden AS pun mendapat tanggapan dari Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid. Dia mengkritik intervensi Trump dalam masalah hukum Israel dan mengatakan,”Presiden AS tidak boleh campur tangan dalam proses hukum sebuah negara independen.”
Lapid menambahkan, mungkin permintaan ini adalah upaya dari Trump untuk menekan Netanyahu terkait masalah Gaza.
Sehubungan dengan ini, Pengadilan Daerah Quds Barat telah menolak permohonan Netanyahu untuk menunda kesaksiannya. Pengadilan mengumumkan, alasan yang diberikan Netanyahu untuk menunda pengadilan tidak memadai.
