Militer Yaman Serang Pangkalan Udara Nevatim Israel dengan Rudal Balistik Palestine 2
POROS PERLAWANAN – Militer Yaman kembali mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal presisi terhadap pangkalan udara “Nevatim” yang berlokasi di wilayah pendudukan Israel. Serangan ini sebagai respons terhadap agresi Israel di Jalur Gaza.
Menurut laporan dari Sabanews pada Rabu (19/3), Juru Bicara Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah menargetkan pangkalan udara Navatim menggunakan rudal balistik supersonik canggih yang mereka sebut “Palestine 2”. Rudal tersebut disebut berhasil mencapai dan menghantam target dengan presisi tinggi.
Eskalasi Serangan Yaman terhadap Israel
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman lebih lanjut menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari strategi perlawanan terhadap agresi Israel di Gaza. Ia memperingatkan bahwa jika operasi militer Israel di Gaza tidak dihentikan, maka Yaman akan terus meningkatkan serangannya terhadap target-target strategis di wilayah pendudukan Israel dalam beberapa jam dan hari mendatang.
Saree juga menambahkan, serangan ini adalah langkah nyata dalam upaya Yaman untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. “Selama kejahatan terhadap saudara-saudara kami di Gaza terus berlangsung, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan menggunakan semua kemampuan militer dan sumber daya yang kami miliki untuk membela dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” ujarnya.
Peringatan terhadap Amerika Serikat dan Sekutunya
Dalam pernyataannya, militer Yaman juga menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dalam mendukung Israel. Saree menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman siap menghadapi segala bentuk agresi dari koalisi AS-Israel.
“Sampai agresi terhadap Gaza dihentikan, pengepungan diakhiri, dan bantuan kemanusiaan diizinkan masuk tanpa hambatan, kami akan terus melawan musuh Amerika dan berupaya mencegah kapal-kapal Israel serta sekutunya beroperasi di perairan strategis,” tegasnya.
Militer Yaman menegaskan telah mengambil langkah-langkah persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan eskalasi konflik dan akan terus melakukan operasi militer sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
