Mimpi Baru Warga Amerika: Segera Hengkang dari AS
POROS PERLAWANAN – Pada peringatan ke-250 kemerdekaannya, AS tengah berubah dari negara yang menjadi tujuan imigrasi menjadi negara yang ditinggalkan warganya sendiri untuk emigrasi.
Fars melaporkan bahwa meskipun Pemerintahan Trump mengaitkan penurunan tingkat migrasi bersih dengan kebijakan kerasnya dalam mendeportasi imigran dan membatasi visa, data statistik menunjukkan kenyataan yang berbeda.
Untuk pertama kalinya sejak “Depresi Besar”, lebih banyak orang meninggalkan AS daripada yang masuk ke sana. Namun poin utama adalah bahwa sebagian besar mereka itu terdiri dari warga negara AS sendiri.
Menghindari Biaya Hidup Memberatkan dan Ketidakamanan
Meskipun Pemerintah AS tidak mencatat data akurat tentang warganya yang meninggalkan negara sejak tahun 1950-an, tinjauan data dari negara lain menunjukkan “emigrasi massal.” Statistik tentang izin tinggal, pembelian properti oleh warga negara asing di negara lain, dan pendaftaran siswa dan mahasiswa Amerika di sekolah-sekolah luar negeri, semua ini mengonfirmasi bahwa warga Amerika meninggalkan tanah air mereka dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Banyak dari orang-orang ini percaya bahwa “American Dream” tidak lagi dapat dicapai di dalam batas negara. Dalam upaya mencari kehidupan yang lebih murah, keamanan yang lebih baik, dan lingkungan yang lebih damai untuk keluarga mereka, mereka berpindah ke negara lain. Populasi jutaan orang ini meliputi mahasiswa, pekerja jarak jauh dengan laptop mereka, dan pensiunan yang lebih memilih menghabiskan tahun-tahun stabil mereka di negara-negara yang lebih terjangkau.
Perubahan Esensi Negara Penerima Imigran
Amerika, yang selama berabad-abad menjadi tujuan akhir bagi para imigran dunia, kini, menjelang peringatan ke-250 tahunnya, menjadi negara pengirim emigran. Bagi warga negara ini, “American Dream” yang baru tidak lagi berarti kesuksesan di tanah Amerika, melainkan mencari cara untuk meninggalkannya dan membangun kehidupan di tempat lain.
Eksodus massal ini mewakili pergeseran sosial yang mendalam; sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa tantangan domestik AS (dari biaya hidup hingga polarisasi politik dan sosial) telah mendorong bahkan warga setianya untuk mencari alternatif bagi Tanah Air mereka.
