Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat Iran

Mohsen Rezaei: Israel Akan Kami Hukum dengan Cara yang Menjamin Masa Depan Iran

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Kebijaksanaan dan mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei menegaskan bahwa hukuman terhadap Israel harus bersifat jangka panjang dan strategis, bukan sekadar pembalasan sesaat. Hal ini disampaikan dalam sebuah program televisi yang disiarkan pada Sabtu malam 19 Juni.

“Menghukum Zionis bukan hanya soal balas dendam. Hukuman itu harus menjadi jaminan keamanan jangka panjang bagi Republik Islam, sehingga musuh tidak berani mengulanginya kembali,” tegas Rezaei.

Ia menyatakan bahwa Iran telah berhasil menetralkan perhitungan musuh dan mempermalukan keunggulan strategis Israel yang selama ini digadang-gadang.

“Iron Dome mereka tidak berdaya menghadapi rudal-rudal kami. Serangan kami sepuluh kali lebih efektif daripada serangan sebelumnya. Puluhan rudal menembus empat lapisan pertahanan mereka dan mengenai sasaran vital,” ujarnya.

Belum Gunakan Kekuatan Penuh

Rezaei menyebut bahwa Iran belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya. Hingga kini, katanya, baru kurang dari 30% kekuatan aktual dan hanya 5% dari potensi penuh yang digunakan.

“Kami belum mengerahkan kemampuan darat, laut, minyak, Selat Hormuz, atau kekuatan jaringan sekutu kami. Gelombang serangan akan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Ia juga mengeklaim bahwa dalam tujuh hari terakhir, lebih dari 400 rudal dan 600 drone telah ditembakkan, menewaskan sedikitnya 50 personel Zionis dan melukai 2.000 lainnya.

Hukuman Berlapis dan Berkelanjutan

Rezaei memperingatkan bahwa setiap gencatan senjata yang dipaksakan hanya akan memberi waktu bagi Israel untuk bangkit kembali dan menyerang lagi.

“Mengapa kita harus memberi jeda kepada rezim yang sedang dalam posisi terlemah? Gencatan senjata paksa adalah jebakan. Kita harus terus menghukum, hingga mereka tidak berani mengulangi kesalahan mereka lagi,” katanya.

Pesan kepada Warga Israel dan Dunia

Rezaei menyerukan agar warga sipil Israel segera menjauh dari target militer.

“Kami membedakan antara rakyat dan militer. Kami menyerang basis kekuatan mereka, dan mengimbau rakyat untuk segera mengungsi demi keselamatan,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa dukungan terhadap perjuangan Iran datang tidak hanya dari dunia Islam, tetapi dari miliaran orang di seluruh dunia yang menginginkan keadilan dan mengutuk agresi.

Kepemimpinan dan Rakyat adalah Kunci

Rezaei menutup dengan menekankan kekuatan rakyat dan kepemimpinan sebagai fondasi kemenangan.

“Kami tidak takut mati demi rakyat kami. Balas dendam kami adalah balas dendam suci. Rakyat Iran melihat negara ini sebagai milik mereka sendiri, dan jika perang ini berlangsung lama, rakyatlah yang akan memenangkannya,” tegasnya.

Ia menyerukan kehadiran besar-besaran dalam salat Jumat sebagai bentuk kekuatan rakyat yang tak kalah penting dari kekuatan rudal.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *