IRGC: Serangan Drone terhadap Sistem Antirudal Israel Terus Berlanjut
POROS PERLAWANAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa operasi militer menggunakan pesawat nirawak terhadap sistem pertahanan rudal Israel terus berlanjut secara intensif. Serangan tersebut menargetkan pusat-pusat militer utama, termasuk sistem antirudal di Haifa dan Tel Aviv.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh Kantor Berita Tasnim pada Kamis 19 Juni, IRGC menyebutkan bahwa lebih dari 100 jenis pesawat tak berawak, termasuk drone tempur dan drone bunuh diri, dikerahkan dalam gelombang serangan terbaru.
“Operasi drone terus berlanjut hingga saat ini, dengan intensitas tinggi dan cakupan luas. Lebih dari 100 unit pesawat tanpa awak telah diarahkan ke target militer, terutama sistem pertahanan rudal yang menjadi tulang punggung pertahanan Zionis,” demikian isi pernyataan tersebut.
IRGC juga mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan bagian dari putaran baru operasi gabungan rudal dan drone yang ditujukan terhadap infrastruktur militer dan industri pertahanan di Wilayah Pendudukan.
“Target utama termasuk pusat-pusat strategis industri militer dan kompleks pertahanan di kota Haifa dan Tel Aviv,” tambah IRGC.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan tidak akan berhenti dalam waktu dekat dan akan terus meningkat baik dari segi skala maupun efektivitas.
“Tren peningkatan dalam operasi rudal dan drone dengan orientasi dampak langsung terhadap fasilitas militer dan industri Zionis telah menjadi agenda strategis kami,” tegas IRGC.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam aksi militer Iran dan sekutunya terhadap Israel, memperlihatkan kemampuan operasional tinggi dalam perang teknologi canggih dan asimetris.
