Loading

Ketik untuk mencari

Iran Palestina

Mufti Suriah: Tutup Kedubes Israel, Bukti Paling Awal Loyalitas Iran kepada Palestina

Mufti Suriah: Tutup Kedubes Israel, Bukti Paling Awal Loyalitas Iran kepada Palestina

POROS PERLAWANAN – Dikutip Fars dari al-Mayadeen, Mufti Agung Suriah, Syekh Badrudin Hasun menyatakan, Palestina merangkul semua agama langit. Menurutnya, para agresor ke negeri Palestina bukanlah Yahudi sebagaimana yang diklaim mereka.

Hal ini disampaikan Syekh Hasun dalam webinar “Hari Quds, Hari Kaum Tertindas” yang diselenggarakan oleh Himpunan Internasional Kebangkitan Islam.

Ia menyatakan, sebagaimana yang ditegaskan Alquran dalam surah Isra’, Quds adalah tempat yang tak ada satu pun orang zalim dan agresor bisa langgeng di sana. Siapa pun yang melakukan kezaliman dan penindasan di tanah ini pasti akan binasa.

“Ini adalah janji Allah. Janji ini akan diwujudkan oleh orang-orang yang telah mengikat perjanjian dengan Allah dan menepati janji mereka. Republik Islam Iran telah melangkah di jalur ini. Pemimpinnya, Imam Khomeini, telah menjadikan Hari Quds pada Jumat terakhir bulan Ramadan, untuk menjadi malam Alquran berbarengan dengan malam Qadr. Bukti pertama loyalitas untuk Palestina adalah tindakan Repulik Islam Iran yang menutup Kedubes Israel dan menggantikannya dengan Kedubes Palestina,” papar Syekh Hasun.

Ia menegaskan, para agresor yang datang ke Palestina bukan penganut agama langit mana pun. Justru mereka berniat untuk menghancurkan agama Nabi Isa, mendustakan agama Nabi Ibrahim, dan memusnahkan agama Islam. Mereka, kata Syekh Hasun, tidak ingin ada Muslim dan Kristen tersisa di muka Bumi, serta berniat melenyapkan Masjid Aqsa dan Gereja Malam Kudus.

Mufti Agung Suriah juga mengatakan, para agresor datang ke Palestina untuk menjadikan manusia sebagai budak mereka. Untuk mewujudkan itu, mereka tidak menghormati norma kemanusiaan atau etika mana pun.

Tags: