Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Mundur Teratur? Arab Saudi Minta AS Redakan Eskalasi di Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN – Arab Saudi dilaporkan mulai mengubah arah kebijakannya soal ketegangan di Kawasan. Jika sebelumnya Putra Mahkota, Mohammed bin Salman disebut mendorong Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk meningkatkan serangan terhadap Iran, kini Riyadh justru meminta Washington menahan diri dan meredakan eskalasi, khususnya di Selat Hormuz.

Laporan ini diberitakan oleh Al Mayadeen yang mengutip laporan The Wall Street Journal, berdasarkan keterangan sejumlah pejabat Arab Saudi. Menurut sumber tersebut, kekhawatiran meningkat di kalangan negara Teluk terhadap potensi meluasnya konflik.

Menurut para pejabat tersebut, Arab Saudi khawatir bahwa eskalasi berkelanjutan dapat memicu aksi balasan yang tidak hanya terbatas di Selat Hormuz, tetapi juga merambat ke jalur perairan strategis lainnya, terutama Selat Bab al-Mandab. Jika hal itu terjadi, jalur perdagangan global yang menghubungkan Asia dan Eropa berisiko terganggu.

Kekhawatiran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta kegagalan upaya diplomasi yang dinilai belum mampu meredakan konflik. Negara-negara di Kawasan menilai situasi tersebut berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas, melibatkan aktor-aktor regional seperti kelompok Ansharullah di Yaman.

Di sisi lain, Arab Saudi telah mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan sebagian ekspor minyaknya melalui jalur pipa darat menuju terminal di Laut Merah, termasuk di Yanbu. Namun, para pejabat memperingatkan bahwa opsi ini bukan tanpa risiko.

 

 

 

 

 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *