Musafir Paling Berskandal Kembali ke Pelukan Trump
POROS PERLAWANAN – “Awan-awan mendung memayungi perjalanan-perjalanan luar negeri Netanyahu.”
Ini adalah deskripsi yang diberikan Washington Post untuk lawatan-lawatan “diplomatik” Benyamin Netanyahu ke Hongaria dan AS.
“Netanyahu di dalam negeri menghadapi krisis-krisis yang terus meningkat. Diperkirakan bahwa Bibi (julukan Netanyahu) pada pekan ini akan menghadiri pengadilan dalam kasus korupsi. Di sisi lain, dia juga berkutat dengan dua skandal politik di saat bersamaan. Pertama adalah kasus hukum terkait uang suap Qatar kepada para asisten seniornya (demi menampakkan citra positif Doha di dalam Israel). Kedua adalah tantangan-tantangan politik terkait pemecatan kontroversial Ronen Bar dari jabatan Kepala Shin Bet,” lapor Washington Post, diberitakan Fars.
Pada hari Jumat lalu, Bar dalam suratnya untuk Mahkamah Agung Israel mengakui bahwa Netanyahu sengaja memperpanjang perang di Gaza. Tujuannya adalah mempertahankan kesatuan aliansinya dengan para sekutu sayap kanan radikal Israel. Dengan cara ini pula ia bisa mengalihkan opini publik dari skandal hukumnya.
Menurut Washington Post, Netanyahu tidak hanya menghadapi masalah di dalam Israel. Vonis Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menangkap Netanyahu atas kejahatan perang masih berlaku. Bahkan keluarnya Hongaria dari ICC secara tidak etis pun masih tidak mengurangi urgensi vonis tersebut.
Washington Post menyatakan, skandal Netanyahu tidak terbatas pada kejahatannya di Gaza saja, tapi juga mencakup ketidakpeduliannya terhadap nasib para tawanan Israel di Gaza.
“Menanggapi para pengkritik dalam dan luar negeri, yang khawatir bahwa berlanjutnya perang akan mengancam nyawa para sandera yang masih tersisa di Gaza, Netanyahu bersikeras mengesankan bahwa serangan-serangan kepada Hamas akan bisa membebaskan para sandera tersebut,” tulis Washington Post.
