Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Negara-Negara BRICS Dorong Perdagangan dalam Mata Uang Lokal

Kedubes Iran Ultimatum Telegraph: Berhenti Tebar Dusta!

POROS PERLAWANAN – Pejabat dari negara-negara anggota BRICS, termasuk Iran, China, dan Rusia, menegaskan pentingnya perdagangan menggunakan mata uang lokal. Selain itu, integrasi jaringan pembayaran kartu serta kerja sama di sektor keuangan dan moneter—yang saat ini menjadi agenda utama Iran dan Rusia—juga menjadi sorotan dalam pembahasan antaranggota BRICS.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada 26/02, Wakil Gubernur Bank Sentral Iran, Asghar Abolhasani, dalam pertemuan internasional pertama Wakil Gubernur Bank Sentral BRICS, menekankan peran strategis BRICS dalam ekonomi global. Ia mengajukan beberapa solusi eksekutif dari Republik Islam Iran, di antaranya penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan, penciptaan perantara keuangan domestik sebagai alternatif bagi SWIFT, integrasi sistem pembayaran, serta potensi pembentukan mata uang digital bank sentral BRICS (Central Bank Digital Currency – CBDC).

Agenda Pertemuan BRICS di Cape Town

Pertemuan teknis dan pakar ini berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan, bertepatan dengan KTT G20, dengan Brasil sebagai ketua. Agenda utama pertemuan adalah membahas langkah-langkah operasional untuk mengimplementasikan kesepakatan yang dicapai dalam KTT Gubernur Bank Sentral BRICS di Moskow baru-baru ini, khususnya terkait penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan antaranggota.

Dalam forum tersebut, Abolhasani menyampaikan apresiasi kepada Brasil selaku presiden BRICS serta tim eksekutif Afrika Selatan. Ia menekankan bahwa keberhasilan BRICS dalam memperkuat hubungan moneter dan perbankan serta penerapan kesepakatan yang dicapai di Moskow merupakan langkah signifikan menuju peningkatan efisiensi, koherensi, dan pengaruh global BRICS.

Usulan Pembentukan Lembaga Keuangan BRICS

Abolhasani juga menyoroti perlunya pembentukan sekretariat permanen atau lembaga keuangan independen bagi BRICS. Menurutnya, BRICS telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi utama di dunia, dan kerja sama kolektif diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk stabilitas keuangan, kerja sama ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan.

Ia juga mengusulkan pembentukan lembaga pembangunan nonperbankan di bawah BRICS, yang bertujuan untuk mendukung studi mendalam terkait isu-isu strategis. “Lembaga ini dapat memanfaatkan kapasitas khusus dari negara-negara anggota serta sumber daya lain yang tersedia guna mendorong pertumbuhan kolektif kita,” ujar Abolhasani.

Strategi Implementasi Mata Uang Digital BRICS

Pada kesempatan yang sama, Abolhasani memaparkan solusi praktis untuk mempercepat penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan, termasuk pembentukan sistem perpesanan keuangan independen, integrasi sistem pembayaran, serta pengembangan mata uang digital bank sentral BRICS. Hal ini sejalan dengan kesepahaman yang dicapai dalam pertemuan gubernur bank sentral BRICS di Moskow.

“Strategi dan solusi eksekutif ini berpotensi mengubah sistem moneter dan keuangan internasional, sekaligus mempererat hubungan perbankan, moneter, dan perdagangan di antara negara-negara anggota BRICS,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keputusan strategis BRICS dalam menghadapi dinamika moneter dan keuangan global yang terus berkembang dapat memperkuat persatuan serta meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi anggota. “BRICS harus tetap menjadi simbol kerja sama dan kemajuan di panggung global,” tambahnya.

Pada pertemuan ini, para pejabat dari Iran, China, Rusia, dan negara-negara anggota lainnya kembali menegaskan pentingnya perdagangan dalam mata uang lokal serta kerja sama dalam integrasi jaringan pembayaran kartu dan sektor keuangan, sejalan dengan agenda strategis Iran dan Rusia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *