Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Netanyahu Akui Israel Bertanggung Jawab atas Ledakan Ribuan Pager di Lebanon

POROS PERLAWANAN – Perdana Menteri Israel, Beyamin Netanyahu mengakui keterlibatan Israel dalam serangan yang meledakkan ribuan perangkat pager di Lebanon, meski telah diingatkan mengenai konsekuensinya. Pengakuan ini datang di tengah laporan media Israel yang menunjukkan bahwa Netanyahu mengabaikan peringatan dari para pejabat tinggi keamanan.

Netanyahu menyatakan bahwa meskipun ada penolakan dari sejumlah pejabat senior di lembaga keamanan, keputusan untuk meledakkan perangkat pager dan rencana pembunuhan Sayyid Hasan Nasrallah tetap diambil. “Beberapa menteri menolak keputusan yang saya dukung, seperti rencana pembunuhan Nasrallah dan operasi masuk ke Rafah,” ungkap Netanyahu.

Insiden ledakan ribuan perangkat pager dan alat komunikasi nirkabel lainnya terjadi pada 17-18 September lalu di kawasan Dahiyeh, Beirut Selatan, serta di wilayah selatan dan Bekaa, hingga ke Suriah. Ledakan yang menghantam warga sipil dan anggota Hizbullah itu menewaskan ratusan orang dan melukai sekitar 4000 lainnya, sebagian besar menderita luka di mata, tangan, dan perut.

Hizbullah menegaskan Israel sebagai pelaku utama serangan setelah investigasi dilakukan. Beberapa pejabat Amerika Serikat dan Israel juga mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai kerja sama antara Mossad dan militer Israel.

Dalam pidato terakhir sebelum syahid, Sayyid Hasan Nasrallah mengecam serangan ini sebagai “pelanggaran etika dan norma”. Beliau menilai bahwa ledakan yang terjadi merupakan pukulan besar bagi keamanan dan kemanusiaan di Lebanon dan menggambarkan tragedi ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah Perlawanan maupun dalam konflik dengan Israel.

Tags: