Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Netanyahu: Kabinet Israel Putuskan Opsi Serangan terhadap Iran

Khawatir Bawa Sial, Presiden Argentina Minta Netanyahu Jauhi Negaranya untuk Sementara

POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan bahwa Kabinet Israel telah membuat keputusan strategis untuk menyerang Iran guna menghilangkan apa yang disebutnya sebagai ancaman program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Mengutip Al Jazeera pada Senin malam 5 Januari, Netanyahu mengulang tudingan lama terkait aktivitas nuklir dan persenjataan Iran, seraya menyebut keputusan tersebut diambil di tengah tekanan internal dan eksternal yang dihadapi Israel selama konflik.

Dalam pernyataannya, Netanyahu juga mengakui kesiapan pertahanan Iran dan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Israel akan membawa konsekuensi serius. Ia menambahkan bahwa meskipun Israel memiliki sejumlah perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat, Tel Aviv tetap sejalan dengan Pemerintahan Presiden Donald Trump dalam isu-isu utama.

Pada kesempatan yang sama, Netanyahu secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kerusuhan yang terjadi di Iran. Ia mengeklaim Israel mendukung “bangsa Iran” dalam perjuangan mencapai “keadilan dan kebebasan”, tanpa menyinggung aksi kekerasan dan sabotase yang menyertai kerusuhan tersebut.

Netanyahu juga menyebut situasi di Iran berada pada titik kritis dan menggambarkan peristiwa itu sebagai momen penentuan nasib rakyat Iran. Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya memengaruhi opini publik domestik di negara tersebut.

Sementara itu, Al Jazeera dalam laporan terpisah mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam mengarahkan protes ekonomi terbatas di Iran menjadi kerusuhan dan aksi sabotase skala luas. Laporan itu menyebut adanya dukungan terbuka dan tertutup dari pejabat Israel terhadap aksi-aksi di dalam wilayah Iran.

Media tersebut juga menyoroti pesan langsung dari Mossad kepada para demonstran Iran. Berdasarkan laporan AFP yang dimuat ulang oleh media internasional seperti CBS News, Mossad melalui akun resmi berbahasa Persia di platform X pada akhir Desember menyerukan warga Iran untuk turun ke jalan dan menyatakan dukungan terhadap aksi mereka.

Saluran TRT World menilai pesan tersebut sebagai bentuk dukungan terbuka Dinas Intelijen Israel terhadap para demonstran. Sejumlah analis yang diwawancarai Al Jazeera menyebut langkah itu sebagai indikasi keterlibatan asing secara langsung dalam kerusuhan di Iran.

Sementara itu, IRNA melaporkan bahwa Israel berupaya menghasut opini publik domestik Iran dan mengalihkan arah protes menjadi kerusuhan demi mencapai kepentingannya. Laporan tersebut juga mengaitkan kebijakan Israel dengan konflik militer sebelumnya yang, menurut otoritas Iran, menewaskan lebih dari seribu warga sipil selama perang agresif selama 12 hari pada Juni–Juli lalu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *