Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Netanyahu Mainkan Perang Psikologis: Perintahkan Pidatonya di PBB Disiarkan Paksa di Gaza

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, di tengah hujan bom dan darah syuhada yang membasahi tanah Gaza, rezim Zionis melancarkan babak baru dari agresi mereka, kali ini dengan senjata suara. Dalam sebuah langkah yang menggambarkan arogansi penjajahan, Militer Israel diperintahkan untuk menyiarkan secara paksa pidato Perdana Menteri Benyamin Netanyahu di Majelis Umum PBB ke telinga warga Gaza melalui pengeras suara.

Instruksi itu, menurut laporan Yedioth Ahronoth dan dikonfirmasi oleh Haaretz, datang langsung dari Komando Selatan Militer Israel. Sistem pengeras suara ditempatkan di truk-truk dan di sekitar penghalang pemisah, diarahkan tepat ke lingkungan permukiman Palestina, menjadikan warga Gaza tahanan dalam rumah mereka sendiri, dipaksa mendengarkan propaganda penjajah saat mereka berduka dan berperang untuk bertahan hidup.

Seorang tentara Israel sendiri mengakui bahwa misi tersebut adalah salah satu tugas paling berbahaya yang pernah ia jalankan, dan secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka bahkan tidak diberi penjelasan yang jelas mengenai tujuan dari misi ini. Sementara itu, sejumlah perwira senior menyebut tindakan itu sebagai “ide gila”, mempertanyakan manfaat militernya dalam konteks medan perang yang sebenarnya.

Namun bagi rakyat Palestina, pesannya jelas bahwa ini adalah bentuk perang psikologis yang ingin mematahkan semangat dan moral rakyat yang telah lama teruji dalam kobaran api perlawanan.

Ironisnya, pidato Netanyahu sendiri penuh dengan hasutan dan kebohongan. Di hadapan dunia, ia menyerang negara-negara yang mengakui kemerdekaan Palestina dan menyebutnya sebagai “penghargaan bagi para pembunuh”. Ia bersumpah bahwa negara Palestina tidak akan pernah dibentuk di jantung Israel, sebuah pernyataan yang keluar dari mulut pelaku genosida yang saat itu secara bersamaan tengah memerintahkan serangan brutal ke Gaza.

Sementara Netanyahu berbicara, darah terus mengalir. Dalam 24 jam terakhir saja, 83 warga Gaza syahid dan 216 lainnya luka-luka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Total korban sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 65.427 jiwa, dengan lebih dari 167.000 luka-luka.

Lebih tragis lagi, serangan sistematis terhadap pusat distribusi bantuan telah menewaskan 2.538 warga dan melukai lebih dari 18.581 orang lainnya. Mereka bukan pejuang bersenjata, mereka adalah manusia yang hanya ingin sepotong roti dan seteguk air.

Zionis tak hanya menyerang tubuh, tetapi juga jiwa. Namun rakyat Gaza menjawab dengan keteguhan: suara penjajah tak akan pernah bisa meredam gema kebebasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *