Operasi Anti-Teror Pakistan Tewaskan 30 Orang di Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa
POROS PERLAWANAN — Sedikitnya 30 orang tewas dalam operasi anti-teror dan bentrokan bersenjata di dua wilayah bergolak Pakistan, Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Korban terdiri dari anggota kelompok bersenjata dan personel pasukan keamanan Pakistan.
Laporan IRNA yang mengutip media Pakistan pada Sabtu malam (23/5/2026) menyebut aparat keamanan menewaskan sedikitnya 24 anggota kelompok bersenjata dalam operasi terpisah di Kota Bannu dan Quetta. Enam anggota pasukan khusus anti-teror Pakistan juga dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.
Bentrokan pertama terjadi di Kota Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, setelah aparat keamanan mengidentifikasi lokasi persembunyian kelompok bersenjata di wilayah itu. Kontak senjata kemudian pecah antara kedua pihak.
Dalam operasi tersebut, 15 anggota kelompok bersenjata tewas, sementara dua personel keamanan Pakistan turut kehilangan nyawa.
Operasi lain berlangsung di Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan. Pasukan khusus anti-teror Pakistan melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam aktivitas terorisme di wilayah tersebut.
Sebanyak sembilan anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas dalam operasi di Quetta. Namun, empat personel keamanan Pakistan juga menjadi korban.
Gelombang kekerasan di Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kedua wilayah itu selama ini menjadi pusat aktivitas kelompok bersenjata dan jaringan militan anti-pemerintah di Pakistan.
Pada pertengahan Mei lalu, dua serangan bom yang menyasar pos polisi dan konvoi aparat keamanan di Khyber Pakhtunkhwa menewaskan sedikitnya 22 personel kepolisian Pakistan.
Sementara itu, ledakan bom di wilayah Waziristan Selatan lima hari lalu juga menewaskan tiga orang. Kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan selama ini kerap mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan serupa, terutama terhadap pasukan militer di Waziristan Utara dan Selatan.
