Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Operasi Terkoordinasi IOF di Tepi Barat: Penangkapan Massal, Korban Jiwa, dan Teror Pemukim Kian Meningkat

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, operasi militer yang dilancarkan Pasukan Pendudukan Israel (IOF) di Tepi Barat dan al-Quds yang Diduduki kembali memperlihatkan eskalasi agresi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat Palestina. Dalam rangkaian serangan yang berlangsung sejak sebelum fajar, rumah-rumah warga diserbu, penduduk ditahan secara sewenang-wenang, dan sejumlah properti diubah menjadi pos militer.

Fokus serangan terlihat menyebar ke berbagai provinsi. Di Beit Lahm, pasukan Israel menyerbu kamp pengungsi Dheisheh dan menahan jurnalis Islam al-Amarna, mempertegas pola penargetan terhadap pekerja media. Penangkapan ini tidak berdiri sendiri, tapi menjadi bagian dari tekanan berkelanjutan terhadap keluarga tahanan Palestina.

Di wilayah utara, khususnya Jenin, penggerebekan intensif dilakukan di Qabatiya dan Arrana. Sejumlah warga, termasuk perempuan dan pemuda, ditangkap setelah rumah mereka digeledah secara paksa. Sementara itu di Tulkarm, pasukan Pendudukan tidak hanya melakukan penangkapan, tetapi juga mengusir warga dari rumah mereka di Kota Saida dan mengalihfungsikannya menjadi basis militer.

Dimensi politik dari operasi ini tampak jelas di al-Khalil. Seorang kandidat yang baru memenangkan pemilihan lokal ditahan, menambah daftar intervensi terhadap proses demokrasi Palestina. Penangkapan ini terjadi tak lama setelah kandidat lain dipaksa mundur, memperlihatkan upaya sistematis untuk melemahkan kepemimpinan lokal.

Di tengah gelombang penangkapan, kekerasan mematikan terjadi di Nablus. Sedikitnya 45 warga terluka akibat serangan IOF di pusat kota, dengan lima di antaranya terkena peluru tajam. Salah satu korban, Naif Firas Ziad Samaro gugur setelah mengalami luka serius. Puluhan lainnya mengalami sesak napas akibat gas air mata, dan sebagian harus dilarikan ke rumah sakit.

Tak luput dari sasaran, anak-anak juga menjadi korban. Di Ramallah, seorang anak berusia 13 tahun ditangkap setelah pasukan menyerbu rumah keluarganya di Desa Kfar Malik. Penahanan terhadap anak di bawah umur ini semakin menyoroti pelanggaran hak asasi yang terus berulang oleh Israel.

Di luar operasi militer, serangan oleh pemukim ilegal semakin memperparah situasi. Di Turmus Ayya, wilayah timur laut Ramallah, sekitar seribu pohon milik warga Palestina dicabut. Sementara di Khirbet al-Tawil, selatan Nablus, lahan pertanian dirusak setelah ternak pemukim dilepas secara sengaja ke area tersebut.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan bahwa agresi yang terjadi bukan sekadar operasi keamanan, melainkan bagian dari strategi tekanan menyeluruh dari segi militer, sosial, dan ekonomi, yang bertujuan menggoyahkan ketahanan masyarakat Palestina. Dengan meningkatnya intensitas penangkapan, korban jiwa, serta penghancuran sumber penghidupan, kondisi di Wilayah Pendudukan terus bergerak menuju krisis yang lebih dalam.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *