Pakar: Tujuan Utama Washington Hentikan Kemajuan Iran, Bukan Hanya Pengayaan Nuklir
POROS PERLAWANAN — Pakar Hubungan Internasional, Mirghasem Momeni menilai bahwa tujuan utama Amerika Serikat terhadap Iran bukan hanya menghentikan program pengayaan uranium, melainkan menghentikan seluruh bentuk kemajuan negara tersebut.
“Masalah utama bagi Amerika bukan semata-mata zero enrichment (nol pengayaan). Mereka juga berusaha mencegah setiap bentuk kemajuan yang dicapai Iran,” ujar Momeni dalam wawancara dengan Mehr News yang dipublikasikan Sabtu 16 Agustus.
Momeni menjelaskan bahwa persoalan nuklir Iran tidak dapat dipahami hanya sebagai masalah teknis atau hukum, melainkan sebagai perbedaan persepsi mendasar.
“Republik Islam Iran memandang isu pengayaan sebagai bagian dari pengembangan ilmiah dan pembangunan nasional. Aktivitas ini sejalan dengan kemajuan di bidang kedirgantaraan, satelit, penelitian, serta pengembangan universitas,” katanya.
Namun, menurut dia, Amerika Serikat selalu mengkaji isu nuklir dengan pendekatan keamanan dan militer. “Pola ini serupa dengan pendekatan mereka terhadap isu hak asasi manusia, yang dijadikan alat untuk intervensi, tekanan, dan konspirasi terhadap negara-negara merdeka,” tambahnya.
Momeni menyinggung bahwa Amerika Serikat sendiri pada masa lalu merancang dan membangun reaktor riset Universitas Teheran untuk kepentingan ilmiah. “Namun saat ini, isu-isu ilmiah serupa justru dijadikan dalih untuk menjatuhkan sanksi dan tekanan,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai. Fatwa Pemimpin Tertinggi Iran yang melarang penggunaan senjata nuklir, lanjutnya, menjadi bukti kuat komitmen tersebut.
Dalam pandangan Momeni, kebijakan ganda Washington kini semakin nyata. “Dulu mereka menggunakan isu hak asasi manusia sebagai instrumen tekanan, dan sekarang mereka beralih ke isu nuklir. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, mereka sendiri melakukan sabotase dan aksi teror di Iran,” katanya.
Momeni kemudian menyimpulkan: “Isu utama bagi Amerika bukan hanya pengayaan nol, melainkan penghentian segala bentuk kemajuan Iran. Kebijakan mereka ibarat ‘merelakan kematian demi puas dengan demam’. Seperti yang pernah dikatakan Imam Khomeini, jika kita mundur satu langkah, mereka akan maju sepuluh langkah.”
