Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Palestina Desak Dewan Keamanan PBB Sikapi Kekerasan dan Vandalisme Ekstremis Israel di Tepi Barat

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawabnya dan menghentikan kekerasan pemukim Israel yang terus-menerus melakukan tindakan vandalisme dan kekerasan, yang dikenal sebagai “Price Tag Attack” terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Kementerian, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, mengumumkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel mencatat peningkatan tajam minggu lalu. Serangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meneror warga Palestina yang tidak berdaya di Tepi Barat, tetapi juga berupaya untuk memajukan ekspansionisme rezim Tel Aviv dengan mengorbankan perampasan tanah Palestina.

Pernyataan itu mencatat bahwa serangan Israel terhadap properti publik dan pribadi Palestina sebagian besar terjadi kota Nablus di Tepi Barat utara.

Pemukim Israel dan organisasi yang mendukung mereka terus mendesak warga Palestina dengan perluasan blok permukiman ilegal mereka di daerah tersebut, dan tindakan semacam itu memperkecil kemungkinan pembentukan negara Palestina yang layak dan secara geografis berdekatan, Kementerian itu menunjukkan.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa serangan pemukim berada dalam kerangka tujuan Israel untuk secara efektif mencaplok semua bagian Area C, yang mewakili 60 persen Tepi Barat dan berada di bawah kendali penuh rezim Tel Aviv.

Kementerian Luar Negeri Palestina kemudian menganggap rezim Tel Aviv dan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump bertanggung jawab atas lonjakan kekerasan pemukim Israel, yang dikatakannya akan mencegah peluang apa pun untuk apa yang disebut “Solusi Dua Negara” untuk konflik Israel-Palestina.

Kamis malam, sekelompok pemukim Israel menyerang kendaraan warga Palestina di dekat desa al-Lubban al-Sharqiya, yang terletak 20 kilometer (12 mil) selatan Nablus. Mereka juga berusaha menyerang rumah warga Palestina di daerah tersebut.

Pemukim Israel juga telah mencabut lusinan pohon zaitun dari hutan Palestina di timur kota Yatta, yang terletak sekitar 8 kilometer selatan al-Khalil (Hebron), pada hari sebelumnya.

Pejabat lokal, Rateb al-Jabour mengatakan bahwa pemukim dari permukiman ilegal Israel di Ma’on mencuri sekitar 35 pohon zaitun.

Lebih dari 600.000 orang Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur (al-Quds). Padahal Dewan Keamanan PBB telah mengutuk aktivitas perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan dalam beberapa resolusi.

Tags: