Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Palestina Siap Tuntut Langkah Ilegal AS Labeli Produk Buatan Tanah Pendudukan sebagai ‘Buatan Israel’ ke Mahkamah Internasional

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, pejabat Palestina berjanji untuk menuntut Pemerintah AS di pengadilan internasional karena memberi label produk yang dibuat di permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki sebagai “Buatan Israel”.

Dalam sambutannya pada hari Sabtu, Menteri Kehakiman Palestina Muhammad Shalalda saat menyinggung tentang keputusan kontroversial Washington, menyerukan untuk menggugat Pemerintah AS terlebih dahulu di pengadilan AS dan kemudian di Pengadilan Kriminal Internasional dan pengadilan regional.

“Keputusan tersebut bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, dan merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa Keempat, prinsip hak asasi manusia, dan pendapat hakim Mahkamah Internasional, yang mengafirmasi ilegalitas dari tindakan pendudukan atau memberikan bantuan kepada mereka,” kata Shalalda kepada Radio Voice of Palestine.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka telah mulai melabeli produk yang dibuat di permukiman ilegal Israel sebagai “Buatan Israel”, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut “konsisten dengan pendekatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat”.

Menteri Ekonomi Palestina, Khaled Osaily mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mencuri sumber daya dan produk Palestina dan merupakan pelanggaran hukum dan konvensi internasional yang mengkriminalisasi pendudukan dan menganggapnya ilegal.

“Pemerintah Palestina akan menuntut penyelesaian dari masalah ini di Mahkamah Internasional dan akan menuntut perusahaan yang bekerja di permukiman tersebut,” kata Osaily pada hari Sabtu.

Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengecam keputusan AS, menyebutnya sebagai “pelanggaran hukum internasional dan resolusi internasional, dan … upaya untuk melegitimasi [pendudukan].”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *