Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Panglima Angkatan Darat Iran Tegaskan Kesiapan Hadapi Ancaman Musuh

POROS PERLAWANAN – Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, Jenderal Abdulrahim Mousavi menegaskan kesiapan penuh pasukannya dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keamanan nasional. Pernyataan ini merujuk pada arahan langsung Pemimpin Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, yang menyatakan bahwa jika musuh menyerang keamanan bangsa Iran, maka Iran akan merespons dengan tindakan serupa.

“Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang mengancam keamanan negara ini,” ujar Jenderal Mousavi dalam pidatonya pada acara penutupan wisuda program Magister dan Doktor Manajemen Pertahanan di Sekolah Komando dan Staf Angkatan Darat (DAFOS AJA), pada Rabu 26 Februari.

Menurutnya, kebijakan strategis yang ditetapkan oleh Pemimpin Tertinggi telah mengubah tantangan menjadi peluang, memungkinkan Angkatan Bersenjata Iran untuk meningkatkan kapasitasnya baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

“Ancaman musuh telah menjadi alasan bagi kami untuk memperkuat diri, meningkatkan kesiapan, serta memastikan keberhasilan dalam setiap misi yang kami emban,” tambahnya.

Panglima Angkatan Darat juga mengacu pada pertemuan para perwira Angkatan Udara dengan Pemimpin Tertinggi pada 8 Februari, ketika beliau menegaskan kembali prinsip pertahanan Iran:

“Jika mereka mengancam kita, kita juga akan mengancam mereka. Jika mereka melaksanakan ancaman itu, kita pun akan melaksanakannya. Jika mereka menyerang keamanan bangsa kita, maka tanpa ragu, kita juga akan menyerang keamanan mereka.”

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Tasnim News Agency, Jenderal Mousavi menegaskan bahwa tugas utama Angkatan Darat saat ini adalah memastikan kesiapan penuh untuk melaksanakan arahan tersebut dengan tindakan konkret dan tegas.

“Kekuatan terbesar Angkatan Darat Republik Islam Iran adalah para prajurit yang tetap teguh di medan perang. Kalian adalah aset terbesar dan pilar utama kesuksesan Angkatan Darat serta Angkatan Bersenjata. Sejak hari pertama kalian mengemban tanggung jawab baru, tugas kalian adalah menjaga, meningkatkan, dan terus memperbarui kesiapan ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Prosesi Pemakaman Syahid Hasan Nasrallah: Pukulan Telak bagi Rezim Zionis dan Sekutunya

Panglima Angkatan Darat juga menyoroti pemakaman besar-besaran Syahid Nasrallah sebagai simbol kehormatan dan keteguhan perjuangan Perlawanan. Menurutnya, prosesi pemakaman ini menjadi bukti nyata bahwa perlawanan terhadap agresi tidak akan berhenti, sekaligus menjadi pukulan telak bagi rezim Zionis dan para pendukungnya yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

“Rezim Zionis dengan brutal membunuh perempuan, anak-anak, dan warga sipil tak bersenjata, dengan harapan dapat memadamkan semangat perlawanan. Namun, setiap bom yang mereka jatuhkan justru seperti bahan bakar yang semakin menyulut api kemarahan suci para pencari keadilan,” ujar Jenderal Mousavi.

Ia menegaskan bahwa tindakan agresif Israel hanya akan semakin mempercepat kehancurannya sendiri. “Semakin mereka menindas, semakin besar perlawanan yang akan mereka hadapi,” tambahnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Jenderal Mousavi juga menyampaikan doa agar seluruh umat Islam dapat memanfaatkan berkah bulan ini dengan sebaik-baiknya. “Semoga Allah Swt memberikan kita semua kekuatan untuk mengambil manfaat dari Ramadan dan memperkuat ketahanan kita dalam menghadapi segala tantangan,” tutupnya.

Kesiapan Penuh Angkatan Bersenjata Iran dan Dukungan yang Menguat

Pernyataan Panglima Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa Militer Iran telah mencapai tingkat kesiapan yang tinggi dalam menghadapi setiap ancaman eksternal. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah melakukan modernisasi peralatan militernya, meningkatkan kemampuan rudal balistik, serta memperkuat sistem pertahanan udara dan perang elektroniknya. Langkah-langkah ini memastikan bahwa setiap agresi terhadap Iran akan dibalas dengan serangan yang sebanding dan terukur.

Dukungan penuh dari dalam negeri juga menjadi faktor kunci dalam strategi pertahanan Iran. Pemerintah, rakyat, dan berbagai lembaga keamanan bekerja secara sinergis untuk mempertahankan stabilitas nasional. Sementara itu, kelompok-kelompok dalam Poros Perlawanan di Kawasan, termasuk di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman, terus menunjukkan solidaritasnya terhadap kebijakan pertahanan Iran.

Di tingkat internasional, Iran semakin memperkuat hubungan strategisnya dengan negara-negara mitra seperti Rusia dan China. Kerja sama militer dan ekonomi dengan kedua negara tersebut memberikan keuntungan strategis dalam menghadapi tekanan Barat.

Kesiapan militer yang dipadukan dengan dukungan dari dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa Iran berada dalam posisi yang lebih kuat untuk merespons setiap ancaman yang datang. Dengan strategi pertahanan yang adaptif dan koordinasi yang solid, Iran mengirim pesan jelas kepada musuh-musuhnya bahwa setiap ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasional tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *