Prancis Susul AS Incar Sumber Daya Alam Langka Ukraina
POROS PERLAWANAN – Dikutip Tasnim dari NTV, Prancis ikut-ikutan dengan AS dalam perundingan dengan Ukraina terkait penggunaan bahan mentah berharga untuk industri pertahanannya.
Dalam wawancara dengan kanal France Info, Menhan Prancis, Sebastian Lecornu berkata bahwa perundingan terkait masalah ini sudah dimulai sejak Oktober tahun lalu. Menurut Lecornu, isu penyediaan kebutuhan-kebutuhan Prancis digulirkan dalam perundingan dengan Ukraina. Namun Menhan Prancis ini tidak menjelaskan bahan tambang berharga yang diincar Paris dari Ukraina.
“Industri pertahanan kita akan membutuhkan sejumlah bahan mentah penting dan krusial dalam sistem persenjataan kita. Bukan hanya untuk tahun depan, tapi untuk 30 hingga 40 tahun mendatang,” kata Lecornu.
Menhan Prancis menambahkan, Paris masih membutuhkan para penyedia yang bervariasi dalam hal ini.
“Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengajukan beberapa tawaran, bukan hanya kepada AS, tapi juga kepada Prancis,” kata Lecornu.
Ia menyatakan, Zelensky dalam lawatannya ke Paris menggulirkan topik bahan mentah sebagai bagian dari program strategisnya.
AS adalah salah satu peminta terhadap bahan tambang dan tanah langka, yang banyak digunakan dalam berbagai sektor teknologi. Menurut Donald Trump, Zelensky pada hari Jumat 28 Februari ini akan menandatangani kesepakatan dengan AS soal bahan-bahan langka. Trump meminta dari Ukraina untuk memberi kompensasi atas bantuan-bantuan Washington dalam menghalangi serangan Rusia ke negara tersebut.
Menurut Zelensky, bingkai kesepakatan ekonomi dengan AS terkait masalah ini sudah dibuat. Namun pada hari Rabu lalu, Zelensky mengaku belum ada keputusan terkait garansi keamanan yang diinginkan Kiev.
Tanah Ukraina mengandung 17 unsur yang sangat berharga dalam jumlah yang signifikan. Unsur-unsur tersebut digunakan untuk memproduksi sejumlah komoditas penting, di antaranya adalah kendaraan listrik atau smartphone. Saat ini, China menguasai pangsa pasar perangkat-perangkat tersebut.
