Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Panglima IRGC: Kita Telah Pelajari Formula Kalahkan Israel

Panglima IRGC: Kita Telah Pelajari Formula Kalahkan Israel

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato di hadapan para petinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Militer Iran, pada Sabtu 5 April, Panglima IRGC, Brigjen Hossein Salami menyoroti perkembangan di Suriah dan upaya musuh untuk mengaitkannya dengan “kelemahan” Iran.

“Kita tidak bertanggung jawab langsung untuk mempertahankan Suriah. Kita membantu Suriah dalam kondisi-kondisi sulit untuk melenyapkan ISIS dan Takfiri. Kita pun berhasil melakukannya,” kata Salami, diberitakan al-Alam.

“Kita menggunakan Suriah untuk menyokong Front Perlawanan. Mengaitkan perkembangan di sana dengan kelemahan kita adalah kesalahan kalkulasi musuh.”

“Kita adalah IRGC. Jihad adalah tempat kelahiran kita. Kita dibentuk untuk perang-perang besar dan mengalahkan musuh-musuh besar. Kita adalah para murid Asyura yang belajar darinya, meski Asyura tidak akan terulang lagi.”

“Musuh kita berada di wilayah yang luas dan dalam jangkauan kita. Rezim Zionis seperti sebuah jamuan yang digelar di hadapan kita. Kita telah mempelajari formula-formula untuk mengalahkan musuh ini dan mengintegrasikannya di seluruh elemen persenjataan dan perangkat kita. Kita memiliki sepenuhnya software dan hardware untuk mengalahkan Rezim Zionis, kendati ia didukung mutlak oleh AS.”

“Kita tidak pernah khawatir. Perang sama sekali tidak membuat kita gentar. Kita tidak akan menjadi pihak yang memulai perang, namun kita siap untuk segala perang. Dahaga jihad untuk membela entitas, identitas, dan eksistensi, adalah sebuah hakikat di Angkatan Bersenjata dan rakyat. Kita siap menghadapi psy war atau tindakan militer musuh. Kita takkan mundur selangkah pun di hadapan musuh.”

“Kita telah menimbun kekuatan besar. Jika musuh ingin membuka tangan terkepal kita untuk melihat realita kekuatan kita, kita siap untuk itu.”

“Front Perlawanan masih belum memamerkan seluruh kapasitasnya di lapangan dan masih bersabar untuk mengontrol lingkup pertempuran. Namun jika semua harus dikerahkan, kobaran luas api perang tidak bisa dibayangkan musuh,” tandas Salami.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *