Panglima Khatam al-Anbiya: Angkatan Bersenjata Iran Siap Beri Respons Tegas dan Menghancurkan
POROS PERLAWANAN – Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan Amerika Serikat bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan memberikan respons yang tegas dan menghancurkan terhadap setiap tindakan yang disebutnya sebagai agresi atau kebrutalan terhadap Iran.
Dalam laporan yang dikutip Tasnim News Agency pada Minggu 19 Juli, Abdollahi menyampaikan pernyataan tersebut melalui sebuah pesan resmi yang juga menegaskan komitmen Angkatan Bersenjata Iran untuk menjaga persatuan nasional serta mengikuti arahan Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam pesannya, Abdollahi menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran kembali meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan para syuhada Republik Islam Iran dan Poros Perlawanan, sekaligus memperbarui baiat kepada Pemimpin Revolusi Islam dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei.
Ia menegaskan bahwa pesan Pemimpin Revolusi mengenai perlindungan terhadap cita-cita Revolusi Islam, persatuan nasional, dan solidaritas masyarakat akan dijadikan pedoman utama bagi seluruh jajaran Angkatan Bersenjata. Menurutnya, seluruh kemampuan akan dikerahkan untuk memperkuat persatuan antara militer, rakyat, dan para pejabat pemerintahan demi menjamin kepentingan nasional, mempertahankan hak-hak rakyat, serta menjaga keamanan negara.
Abdollahi kemudian menyampaikan peringatan kepada Amerika Serikat yang disebutnya sebagai musuh yang licik dan sering mengingkari janji. Menurutnya, setiap bentuk ambisi, tekanan, dominasi, maupun tindakan agresif terhadap Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas dan menghancurkan dari para prajurit Angkatan Bersenjata Iran.
Ia bahkan mengeklaim bahwa setiap aksi semacam itu akan menimbulkan biaya yang lebih berat bagi musuh dibandingkan perang yang disebutnya sebagai “perang paksa kedua dan ketiga”.
Menurut Abdollahi, kekuatan pertahanan Iran merupakan jaminan utama bagi keamanan dan ketenangan rakyat di seluruh wilayah negara, sekaligus menjadi landasan bagi Pemerintah untuk menjalankan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bagian akhir pesannya, Abdollahi menyebut pihak lawan berupaya menciptakan perpecahan di tengah masyarakat dan Pemerintah setelah mengalami serangkaian kegagalan di medan militer. Ia menilai bahwa menjaga persatuan nasional merupakan syarat penting untuk menggagalkan strategi tersebut.
Abdollahi menutup pesannya dengan menegaskan bahwa, dengan pertolongan Tuhan, dukungan Imam Mahdi, serta kepemimpinan Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei, Iran akan terus menjaga persatuan nasional yang lahir dari kebangkitan besar rakyat Iran.
