Kayhan: Media Asing dan Figur Publik Pro-Israel Jalankan Perang Psikologis terhadap Iran
POROS PERLAWANAN – Harian Iran Kayhan melaporkan sejumlah media asing dan figur publik yang berpihak kepada Israel menjalankan operasi perang psikologis untuk melemahkan persatuan nasional Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam laporannya yang terbit pada Minggu 19 Juli, Kayhan menyebut kelompok tersebut sebelumnya mendukung serangan terhadap infrastruktur Iran dan menyambut kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, setelah eskalasi terbaru, mereka mengubah narasi dengan menampilkan simpati kepada masyarakat di Iran selatan.
Menurut Kayhan, perubahan sikap tersebut bukan didorong pertimbangan kemanusiaan, melainkan bagian dari upaya membentuk opini publik dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap persatuan nasional serta Angkatan Bersenjata Iran.
Media itu menilai narasi yang berfokus pada penderitaan warga di wilayah selatan sengaja dibangun tanpa menyebut pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan. Dengan pola tersebut, perhatian publik disebut dialihkan dari pelaku serangan menuju dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.
Sebagai dasar penilaiannya, Kayhan menyebut pihak-pihak yang kini menyampaikan keprihatinan terhadap warga sipil tidak menunjukkan sikap serupa ketika serangan sebelumnya menewaskan warga sipil, personel militer, ilmuwan, serta anak-anak di sejumlah wilayah Iran, termasuk Minab dan Lamerd.
Atas dasar itu, media tersebut menyimpulkan perubahan narasi merupakan bagian dari operasi perang psikologis yang bertujuan menciptakan jarak antara masyarakat dan Angkatan Bersenjata Iran di tengah konflik yang terus meningkat.
Kayhan juga mengaitkan strategi tersebut dengan apa yang disebutnya sebagai agenda Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, dan Badan Intelijen Israel, Mossad. Menurut laporan itu, sasaran utamanya adalah mengikis solidaritas nasional yang selama ini dinilai menjadi salah satu faktor utama ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan eksternal.
Meski demikian, Kayhan menegaskan persatuan antara rakyat dan Angkatan Bersenjata Iran tetap terjaga. Media itu menilai berbagai upaya untuk memecah hubungan keduanya tidak akan berhasil karena tidak sejalan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.
Laporan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa perubahan sikap sejumlah media asing dan figur publik dipandang bukan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Iran, melainkan bagian dari strategi propaganda untuk memengaruhi persepsi publik selama konflik berlangsung.
