Para Pekerja Suriah Berdemo Protes Kondisi Sulit Ekonomi di Bawah Rezim al-Jolani
POROS PERLAWANAN – Setelah kota al-Shaddadi di timur laut Suriah, kini giliran para pekerja di kota Raqqa yang turun ke jalan untuk memprotes gaji yang belum dibayarkan selama beberapa bulan.
Berdasarkan laporan Fars, Raqqa menjadi saksi kemarahan dan gejolak para pekerja. Puluhan pegawai Pemerintah kota menggelar demonstrasi untuk menuntut pembayaran gaji yang tertunda, yang belum dibayarkan selama sekitar tiga bulan.
Lembaga yang disebut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan, protes ini terjadi di tengah memburuknya kondisi kehidupan dan meningkatnya tekanan ekonomi, yang telah membebani para pekerja, pegawai, dan keluarga mereka.
Sambil meneriakkan slogan-slogan, para demonstran mengecam ketidakpedulian dan pengabaian yang ditunjukkan oleh Pemerintahan Abu Muhammad al-Jolani terhadap masalah mereka. Mereka menekankan bahwa penundaan pembayaran gaji yang terus berlanjut akan membuat mereka “tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar diri mereka sendiri dan keluarga mereka”.
Dengan menyatakan bahwa “harga barang-barang kebutuhan pokok [di Suriah] terus naik, sehingga menambah beban keluarga setiap hari”, SOHR menambahkan bahwa sejumlah pekerja mengatakan, “Meskipun dalam kondisi yang sulit, kami telah menjalankan tugas untuk menjaga kebersihan kota. Tetapi tidak terpenuhinya tuntutan kami telah menyebabkan kemarahan yang meluas.”
Para pekerja memperingatkan bahwa “jika krisis ini berlanjut dan tidak diselesaikan, protes akan meluas”.
Menurut SOHR, demonstrasi-demonstrasi ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpuasan di beberapa wilayah Suriah, yang dipicu oleh “memburuknya layanan dan kondisi kehidupan, serta keterlambatan pembayaran gaji pekerja, yang telah memperparah masalah yang dihadapi masyarakat dan menjerumuskan lebih banyak keluarga ke dalam kemiskinan.”
Sebelumnya, lembaga hukum melaporkan bahwa pekerja Pemerintah kota di kota al-Shaddadi di selatan Hasakah juga telah ikut serta dalam protes serupa dan menuntut pembayaran gaji mereka.
Para pegawai dan pekerja pemerintah kota di al-Shaddadi menekankan, mereka belum menerima gaji selama sekitar lima bulan. Meskipun situasi ekonomi semakin memburuk dan harga-harga terus naik, mereka tetap menjalankan tugas tanpa menerima tunjangan apa pun.
