Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Para Pilot Israel Penentang Perang Bergeming Kendati Terancam Dipecat

Para Pilot Israel Penentang Perang Bergeming Kendati Terancam Dipecat

POROS PERLAWANAN – Hampir seribu pilot dan perwira Israel, yang meneken petisi penentangan terhadap berlanjutnya perang di Gaza dan menolak ditugaskan, tetap bersikukuh dengan pendirian mereka, kendati mendapat tekanan dan ancaman pemecatan.

Diberitakan Fars, harian Haaretz pada Rabu malam 9 April melaporkan, para perwira senior Angkatan Udara Israel dalam beberapa hari terakhir menelepon langsung pasukan cadangan yang meneken petisi tersebut. Mereka diancam akan dipecat jika tidak mencabut tanda tangan mereka.

Setelah kontak tersebut, hanya 25 penandatangan yang mundur. Di sisi lain, ada 8 orang lain yang justru berminat meneken petisi tersebut. Mereka melakukannya sebagai protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai “ancaman pemecatan segera” dari pasukan cadangan dan perlakuan para komandan Angkatan Udara.

Sebelum ini, sebanyak 970 personel Angkatan Udara Israel, termasuk pilot dan komandan militer, meneken petisi tersebut. Mereka menegaskan, perang saat ini “bertujuan untuk melayani kepentingan politis, bukan keamanan.”

Menurut Haaretz, kontak telepon itu dilakukan atas instruksi Panglima Angkatan Udara, Tomer Bar, menyusul bocornya nama para penandatangan petisi tersebut.

Sebelumnya Bar telah bertemu dengan sejumlah serdadu cadangan demi membendung gelombang protes dan mencegah tersebarnya petisi tersebut. Kepala Staf Militer, Eyal Zamir, juga hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, Bar menyinggung kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan terkait gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

Dalam pertemuan itu, para penandatangan petisi mengkritik keras Bar, lantaran dia mengancam akan memecat mereka. Mereka menyebut ancaman itu sebagai “melanggar garis merah konstitusional dan moral serta hak prajurit untuk menyatakan sikap politiknya.”

Bar berkata bahwa penandatanganan petisi semacam ini di masa perang adalah “tindakan ilegal.” Dia mengeklaim bahwa operasi militer tidak akan mencederai para tawanan, bahkan “tekanan militer terhadap Hamas akan membebaskan para tawanan.”

Salah satu paragraf dalam petisi tersebut menyatakan,”Dalam tahap ini, perang adalah pelayanan untuk kepentingan politik, bukan keamanan. Berlanjutnya perang tidak akan membantu terwujudnya satu pun tujuan yang diumumkan, bahkan akan menyebabkan tewasnya sandera, tentara, dan warga sipil tak berdosa. Perang ini akan membuat pasukan cadangan letih dan remuk.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *