PBB Bongkar Dusta Israel Soal Bantuan Kemanusiaan
POROS PERLAWANAN – Berlawanan dengan janji dan klaim Rezim Zionis, PBB pada hari Selasa 20 Mei mengumumkan bahwa tak satu pun bantuan sudah didistribusikan di Gaza.
Diberitakan Fars, Jubir PBB, Stephane Dujarric mengutarakan kekhawatirannya soal pengingkaran janji Israel. Ia mengatakan, para pegawai PBB berjam-jam menunggu izin untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Namun Rezim Zionis tak kunjung memberikan izin.
Gaza sudah sejak lama diblokade oleh Rezim Zionis. Dalam 11 bulan terakhir, pembatasan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina kian diperketat.
Kemarin lusa, Israel mengeklaim bahwa distribusi bantuan kemanusiaan telah dimulai. Namun klaim tersebut disanggah PBB.
“Para pejabat Israel meminta kami untuk membongkar muatan di sisi Palestina perlintasan Karam Shalom, kemudian memuatnya kembali setelah mendapatkan izin akses tim kami dari dalam Gaza,” kata Dujarric kepada wartawan.
“Hari ini, salah satu tim kami menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan izin dari Israel guna mengakses kawasan Karam Shalom dan mengumpulkan item-item pangan. Sayangnya, mereka tidak bisa memindahkan item-item tersebut ke gudang kami.”
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher pada Senin lalu menyatakan kekhawatirannya soal kondisi Gaza. Menurutnya, jumlah bantuan yang diperkenankan Rezim Zionis tak lebih dari “setetes air di samudera.”
Sehubungan dengan ini, Hamas mengumumkan bahwa statemen Benyamin Netanyahu soal masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza bertujuan untuk mengelabui publik internasional, sebab hingga sekarang belum satu pun truk bantuan memasuki Gaza.
Pengawas HAM Eropa-Mediterania mengumumkan, dalam tempo 24 jam terakhir kemarin di Gaza, sebanyak 26 warga Palestina, termasuk 9 anak, meninggal karena kelaparan dan tidak mendapatkan pengobatan. Angka ini terus meningkat secara mengkhawatirkan.
Lembaga HAM ini menyatakan, bantuan kemanusiaan yang diklaim Israel telah masuk ke Gaza, sama sekali tidak memberikan dampak. Bahkan tidak diketahui apakah bantuan itu benar-benar sudah tiba di Gaza atau belum.
