Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

PBB: Hanya Israel dan para Pendukungnya yang Bertanggung Jawab Biayai Rekonstruksi Gaza

Sanaa Peringatkan Pendudukan Israel Terus Injak Gencatan Senjata Gaza

POROS PERLAWANAN – Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Fransesca Albanese pada Jumat 12 Desember mengumumkan bahwa biaya rekonstruksi Gaza harus ditanggung oleh Israel, dengan AS, Jerman, Italia, dan Inggris juga turut bertanggung jawab.

Diberitakan Fars, menurut perkiraan awal terbaru, biaya rekonstruksi Gaza diperkirakan mencapai antara 50 hingga 80 miliar Dolar.

Dalam seminar penelitian di ODI Global di London, Albanese menegaskan bahwa untuk memahami situasi saat ini di Palestina, “kita harus melihat masa lalu kolonial di Kawasan”.

“Alasan banyak dari kita menyadari kenyataan sejak 7 Oktober 2023 bukanlah karena kekukuhan mereka yang berkuasa untuk terus mempertahankan ilusi ini, tetapi karena bencana yang terjadi selama dua tahun terakhir, yang harus dibicarakan,” kata Albanese.

“Situasi ini merupakan cerminan dominasi budaya. Banyak tindakan Israel di Palestina merupakan kelanjutan dari warisan kolonialisme Inggris di negeri ini.”

Menurutnya, sistem penahanan administratif dan penyiksaan di Israel juga mencerminkan metode yang sebelumnya digunakan Inggris terhadap Palestina.

Albanese juga menyoroti sanksi AS terhadapnya, dengan mengatakan bahwa sanksi tersebut telah sangat memengaruhi kehidupan pribadi dan profesionalnya.

“Menurut hukum AS, kami diperlakukan seperti penjahat. Kami dilarang bepergian ke AS dan bahkan tidak diizinkan membuka rekening bank. Pembatasan ini tidak terbatas pada AS dan berlaku di mana pun kami berada di dunia.”

Dia sekali lagi menekankan pentingnya Israel dan pendukungnya untuk membiayai rekonstruksi Gaza, dengan mengatakan, “Israel harus membiayai rekonstruksi Gaza. AS, Jerman, dan Italia, yang merupakan pemasok senjata utama Israel, juga harus bertanggung jawab.”

Albanese juga menyoroti dukungan Inggris terhadap Israel melalui pangkalan militernya di selatan Siprus. Ia menyatakan bahwa hal ini harus diselidiki.

“Penyelidikan menyeluruh harus dilakukan terhadap peran Inggris dalam genosida ini.”

Albanese kemudian menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin parah di Palestina dan menyeru komunitas internasional untuk mengaktifkan mekanisme pertanggungjawaban tanpa penundaan.

Penekanan pejabat PBB terhadap Rezim Israel dan pendukungnya untuk membayar ganti rugi untuk rekonstruksi Gaza datang setelah Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdurrahman Al Thani, menyatakan pada Minggu lalu di KTT Doha bahwa negaranya tidak akan membiayai rekonstruksi Gaza. Menurutnya, bantuan keuangan Qatar akan dibatasi pada bantuan kemanusiaan.

“Ketika berbicara tentang Gaza, Israel-lah yang telah meratakan kota ini hingga rata dengan tanah,” kata Al Thani.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *