Pejabat Ansharullah: Akan Kami Balas Serangan dengan Serangan
POROS PERLAWANAN – Pejabat senior Gerakan Ansharullah Yaman, Muhammad Al-Bukhaiti menegaskan bahwa agresi terhadap Yaman tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Ia menyatakan bahwa pihak yang memulai konflik bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi.
Dalam wawancara dengan Al-Mayadeen, pada Sabtu malam, Al-Bukhaiti, yang juga anggota Biro Politik Ansharullah, mengecam serangan Amerika Serikat ke Yaman sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia memperingatkan bahwa serangan tersebut akan dibalas dengan tindakan serupa.
Serangan koalisi Barat pada Sabtu malam 16 Maret dikabarkan menargetkan kawasan sipil. Menurut laporan terbaru Kementerian Kesehatan Yaman, serangan itu telah menyebabkan 13 orang gugur dan 9 lainnya luka-luka.
Al-Bukhaiti menegaskan bahwa setiap eskalasi akan dibalas dengan eskalasi, dan setiap serangan akan dijawab dengan serangan. “Pihak yang memulai agresi inilah yang bertanggung jawab atas konsekuensinya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung operasi maritim Ansharullah terhadap Israel. “Rezim Zionis tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Oleh karena itu, operasi maritim kami bertujuan untuk mengakhiri blokade Gaza,” katanya.
Sementara itu, Biro Politik Ansharullah menegaskan bahwa segala bentuk agresi terhadap Yaman tidak akan dibiarkan tanpa respons. Ansharullah menyatakan bahwa pasukan bersenjatanya siap menghadapi segala bentuk peningkatan eskalasi.
Dalam pernyataan resmi, Kelompok Perlawanan ini juga mengutuk serangan Amerika Serikat dan Inggris yang menyasar kawasan permukiman di Sanaa. Mereka menyebut serangan itu sebagai “kejahatan keji yang tidak bisa dimaafkan”.
“Menargetkan warga sipil dan infrastruktur non-militer adalah kejahatan perang yang nyata,” demikian pernyataan Ansharullah. “Serangan ini menjadi bukti lain dari kebijakan terorisme Amerika terhadap negara dan bangsa yang menentangnya.”
Lebih lanjut, Ansharullah mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Inggris dilakukan demi kepentingan Israel. “Serangan ini merupakan respons atas sikap Yaman yang mendukung rakyat Palestina,” tegas pernyataan tersebut.
Ansharullah menegaskan bahwa agresi ini tidak akan menghalangi Yaman dalam mendukung Palestina dan Gaza. “Serangan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Pasukan bersenjata Yaman siap merespons segala bentuk peningkatan agresi,” tutup pernyataan itu.
