Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pejabat Ansharullah: Israel Harus Belajar dari Amerika

Ansharullah Peringatkan Pesawat-pesawat Hindari Bandara Ben Gurion Selama Agresi ke Gaza Belum Dihentikan

POROS PERLAWANAN – Seorang pejabat tinggi Ansharullah Yaman memperingatkan bahwa gelombang serangan baru terhadap infrastruktur ekonomi Israel kemungkinan akan segera diluncurkan, menyusul pengembangan kemampuan rudal oleh pasukan Yaman.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada Selasa 3 Juni, Wakil Kepala Delegasi Media Ansharullah, Nasruddin Amir mengungkapkan bahwa Militer Yaman tengah meningkatkan kemampuan rudalnya. Ia menyatakan bahwa babak baru operasi intensif yang menargetkan sektor ekonomi Israel sedang dipersiapkan.

“Israel harus belajar dari pengalaman Amerika,” ujarnya, mengacu pada respons Washington terhadap serangan lintas batas dari Kelompok Perlawanan di Kawasan.

Amir juga mengkritik kepemimpinan Israel yang, menurutnya, gagal menghentikan gelombang serangan dari Yaman. “Kekalahan selalu menyertai para pemimpin Israel, dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan rudal kami,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menghentikan agresi terhadap Jalur Gaza merupakan tanggung jawab kolektif komunitas internasional, bukan hanya Ansharullah. “Kami bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab menghentikan serangan terhadap Gaza. Seluruh dunia bertanggung jawab dalam hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan serangan yang dilakukan oleh Kelompoknya mencerminkan “keteguhan” dan merupakan “bentuk kemenangan tersendiri”.

Ancaman Al-Mashat Tuai Reaksi di Israel

Pernyataan Nasruddin Amir datang sehari setelah pernyataan keras dari Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, yang memperingatkan perusahaan asing agar menarik diri dari wilayah Pendudukan Palestina sebelum “terlambat”.

Pernyataan tersebut dikutip secara luas oleh situs berita berbahasa Ibrani, Ames, yang melaporkan bahwa ancaman Al-Mashat telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku ekonomi dan lembaga keamanan Israel. Menurut situs tersebut, meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari kelompok Houthi telah berdampak pada aktivitas sejumlah perusahaan asing di wilayah tersebut.

“Keluarlah sebelum terlambat,” demikian peringatan Al-Mashat kepada para investor asing, yang dinilai sebagian analis sebagai bentuk tekanan strategis terhadap stabilitas ekonomi Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *