Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Pejabat Hizbullah: Pernyataan Syekh Qasim Bukan Ancaman, Melainkan Deklarasi Kesiapan Bela Hak Rakyat Lebanon

POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati menegaskan bahwa pernyataan Sekretaris Jenderal Hizbullah Syekh Naim Qasim semalam bukanlah ancaman, melainkan deklarasi kesiapan membela hak-hak rakyat. Ia menekankan bahwa Perlawanan merupakan garda terdepan dalam mempertahankan keamanan nasional Arab dan menegaskan komitmen Hizbullah untuk tidak menyerahkan senjata.

Qamati menyampaikan pernyataan terkait perkembangan terbaru di Lebanon dan intervensi Amerika Serikat. Ia mengutip peringatan Syekh Qasim tentang adanya pengkhianatan di dalam negeri menyusul keputusan Pemerintah Lebanon untuk melucuti Kelompok Perlawanan.

“Yang Mulia Syekh Naim Qasim tidak mengancam. Beliau menyatakan bahwa jika dipaksa, kami siap berperang (seperti halnya) di Karbala,” ujar Qamati dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Sabtu 16 Agustus.

Pejabat Hizbullah itu menegaskan: “Perlawanan berada di garis depan pertahanan keamanan nasional Arab, dan posisi ini harus dipahami secara utuh. Kami tidak pernah terlibat konflik internal di Lebanon. Senjata Perlawanan tidak akan diserahkan selama pendudukan musuh di Tanah Air kami masih berlangsung.”

Lebih lanjut, Qamati menjelaskan: “Pernyataan Sekretaris Jenderal Hizbullah bukan hal baru. Ini adalah penegasan kembali strategi defensif kami. Senjata kami tidak akan diserahkan.”

Peringatan Syekh Qasim: Perlawanan adalah Warisan Karbala

Malam sebelumnya, Syekh Naim Qasim menyoroti rencana pelucutan senjata Perlawanan dalam pidatonya pada peringatan Arbain Imam Husein. Syekh Qasim mengecam keputusan Pemerintah Lebanon sebagai upaya merampas hak pertahanan rakyat.

“Keputusan ini mencabut senjata Perlawanan, rakyat, dan Lebanon dari alat pertahanan melawan agresi. Ini sama saja memudahkan pembunuhan pejuang Perlawanan beserta keluarga mereka, bahkan pengusiran dari Tanah Air sendiri. Seharusnya Pemerintah memperluas kendali dan mengusir Israel dari Lebanon,” tegas Syekh Qasim.

Ia menambahkan: “Pemerintah justru melayani kepentingan Israel. Apakah mereka bangga ketika Netanyahu memuji keputusan ini? Kami selalu menyerukan penghentian agresi dan pengusiran Israel. Jika itu dilakukan, kami terbuka untuk dialog tentang strategi pertahanan nasional.”

Syekh Qasim juga menyindir Pemerintah Lebanon: “Kalian tidak melindungi Lebanon, tapi menyelamatkan diri sendiri dengan mengorbankan nyawa sesama anak bangsa.”

Dukungan Publik untuk Perlawanan

Syekh Qasim mengutip jajak pendapat terbaru yang menunjukkan dukungan mayoritas rakyat Lebanon terhadap Perlawanan. “Masyarakat percaya militer dan diplomasi saja tidak cukup. Mereka mendukung Perlawanan sebagai benteng pertahanan,” ujarnya.

Ia mengkritik Pemerintah: “Jika kalian tidak mampu, serahkan musuh kepada kami. Israel sudah kalah berkali-kali, dan kali ini mereka akan kalah lagi. Tugas Pemerintah adalah membangun negara, bukan menyerahkannya kepada Israel dan Amerika.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *