Iran Tegaskan Pembicaraan dengan AS Berfokus pada Penghentian Perang, Bukan Isu Nuklir
POROS PERLAWANAN — Pemerintah Iran menegaskan pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat saat ini difokuskan pada penghentian perang dan agresi di Kawasan, bukan membahas isu nuklir maupun pengelolaan Selat Hormuz.
Menurut laporan Press TV pada Senin 25 Mei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyatakan fokus utama negosiasi adalah mengakhiri konflik dan menghentikan berbagai bentuk agresi di Kawasan.
“Fokus negosiasi adalah penghentian perang, dan pada tahap ini kami tidak membahas isu nuklir,” ujar Baghaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran.
Dia juga menepis anggapan bahwa pengelolaan Selat Hormuz menjadi bagian dari pembicaraan dengan Washington. Menurutnya, pengaturan jalur strategis tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir, khususnya Iran dan Oman.
“Tidak ada negara selain Iran dan Oman yang berada di Selat Hormuz. Karena itu, mekanisme pelayaran aman di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab kedua negara,” katanya.
Iran dan Oman, lanjutnya, tengah menyusun mekanisme bersama untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang disebut sebagai kepentingan global.
Dia menegaskan Teheran tidak berniat memberlakukan tarif terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut. Namun, layanan navigasi dan perlindungan lingkungan tetap memerlukan biaya operasional.
Berkaitan dengan nota kesepahaman 14 poin yang menjadi dasar negosiasi, Baghaei mengatakan pembahasan akan berlanjut selama 60 hari ke depan. Meski sejumlah kemajuan telah dicapai, dia menegaskan belum ada kesepakatan final yang akan segera ditandatangani.
“Benar bahwa kami telah mencapai sejumlah pemahaman dalam berbagai isu yang dibahas, tetapi tidak seorang pun dapat mengatakan penandatanganan kesepakatan sudah dekat,” ujarnya.
Dia juga mengkritik inkonsistensi kebijakan Amerika Serikat yang dinilai mempersulit proses negosiasi akibat perubahan posisi Washington dalam waktu singkat.
Menurut Baghaei, isi nota kesepahaman terutama berfokus pada penghentian perang serta pengakhiran blokade maritim Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk berbagai langkah yang dinilai menghambat pelayaran di Selat Hormuz.
Dia menegaskan blokade tersebut harus dihentikan, sementara Iran akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan pelayaran di Kawasan.
Dalam kesempatan itu, Baghaei menyatakan bahwa setiap kesepakatan penghentian perang akan mencakup seluruh front Kawasan, termasuk Lebanon. Dia menyebut Israel terus berupaya menggagalkan berbagai proses diplomatik melalui pelanggaran berulang terhadap kedaulatan Lebanon.
Menanggapi kemungkinan munculnya kembali agresi militer terhadap Iran, Baghaei memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan merespons dengan “intensitas lebih besar” terhadap setiap serangan baru.
