Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pejabat PBB Tegaskan Tindakan AS Bunuh Jenderal Qassem Soleimani Ilegal dan Langgar Piagam PBB

Pejabat PBB Tegaskan Tindakan AS Bunuh Jenderal Qassem Soleimani Ilegal dan Langgar Piagam PBB

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, seorang pejabat PBB menyatakan tindakan Amerika Serikat membunuh Komandan Pasukan Quds IRGC, Jenderal Qassem Soleimani adalah perbuatan ilegal.

Hal ini disampaikan Agnes Callamard, Reporter Khusus PBB bidang Teror Ilegal di Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB.

Menurut Reuters, Callamard dalam laporannya menyanggah klaim para pejabat AS tentang alasan mereka membunuh Soleimani. Ia menyatakan, Washington tidak bisa mengajukan bukti-bukti memadai terkait “kemungkinan serangan yang akan atau sedang terjadi terhadap kepentingan-kepentingan AS.”

Sebelum ini, Washington berupaya menjustifikasi serangan udara terhadap Soleimani dengan dalih ini.

“Dengan alasan tidak adanya ancaman nyata, tindakan yang dilakukan AS (meneror Soleimani) adalah perbuatan ilegal,” tandasnya.

Callamard menegaskan teror terhadap Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis merupakan pelanggaran terhadap piagam PBB. Sebab itu, ia menuntut pemberlakuan aturan yang lebih ketat terkait pembunuhan menggunakan pesawat nirawak.

“Berkenaan dengan penggunaan pesawat nirawak, dunia tengah berada di momen krusial, dan bisa jadi, titik krisis. Dewan Keamanan tidak melakukan apa pun dalam masalah ini. Masyarakat dunia juga hanya bungkam, baik sengaja maupun lalai,” kata Callamard kepada Reuters.

Rencananya, Callamard akan menyampaikan temuan-temuan ini dalam laporan barunya ke Dewan HAM PBB. AS sendiri tidak akan menghadiri sidang tersebut, karena telah keluar dari Dewan HAM sejak dua tahun lalu.

Sebelum ini, situs American Conservative menyatakan pihaknya telah meminta dari CIA untuk memperlihatkan dokumen-dokumen terkait teror atas Soleimani, terutama yang berkaitan dengan pemberitahuan kepada Kongres AS soal serangan tersebut.

CIA akhirnya menanggapi permintaan ini setelah beberapa bulan. Namun menurut American Conservative, tanggapan CIA “memusingkan.”

CIA menyatakan, pihaknya tidak bisa “membenarkan atau membantah” ada tidaknya dokumen-dokumen semacam ini. American Conservative menilai, jawaban ini bahkan lebih membingungkan dan tidak transparan daripada dokumen-dokumen yang sebagian besar masih dikunci.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump pernah mengklaim bahwa Jenderal Soleimani berniat menyerang empat Kedubes AS. Namun hingga kini, Pemerintah Trump tidak mampu mengajukan bukti atas klaim tersebut.

Tags: