Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pemerintah Gaza: Video ‘Terowongan Perlawanan’ di Bawah Rumah Sakit Khan Yunis adalah Propaganda Visual Palsu dan Rekayasa Israel

POROS PERLAWANAN – Pemerintah di Jalur Gaza menyebutkan bahwa Israel telah menyebarkan propaganda visual palsu terkait dugaan penemuan “Terowongan Perlawanan” di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Yunis. Hal itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin 9 Juni, seperti dikutip oleh Al Jazeera.

Dalam pernyataan tersebut, Kantor Informasi Pemerintah di Gaza mengecam klaim Israel sebagai “kebohongan terang-terangan yang dimaksudkan untuk menipu opini publik dan membenarkan agresi terhadap fasilitas medis”.

“Rezim Zionis terus menyebarkan rekayasa visual dan narasi palsu demi membungkam kecaman internasional atas kejahatan terhadap rumah sakit,” ujar pernyataan itu. “Klaim soal terowongan di bawah Rumah Sakit Eropa hanyalah bagian terbaru dari kampanye kebohongan mereka.”

Menurut otoritas Gaza, video yang dirilis Militer Israel menunjukkan “sebuah pipa logam sempit” yang secara teknis tidak memenuhi syarat sebagai terowongan: tidak memiliki akses masuk, tangga, atau alat-alat pendukung. Investigasi lokal menyebut bahwa “pasukan Pendudukan kemungkinan besar menggali tempat itu sendiri, meletakkan pipa buatan, lalu merekamnya di lokasi yang jauh dari rumah sakit”.

Pemerintah Gaza juga menegaskan bahwa ini bukan kali pertama Israel mengarang bukti visual terkait rumah sakit. Tuduhan serupa terhadap Rumah Sakit Al-Shifa, Nasser, dan Hamad sebelumnya telah dipatahkan oleh media internasional maupun lembaga independen. Kini, ketika jurnalis asing meminta rekaman versi lengkap dari klaim terbaru tersebut, Israel menolak untuk merilisnya, yang disebut oleh otoritas Palestina sebagai “indikasi jelas bahwa rekaman itu direkayasa”.

“Penolakan untuk merilis video lengkap memperlihatkan ketakutan mereka terhadap terbongkarnya kebohongan ini,” tegas pernyataan tersebut.

Kantor Informasi Pemerintah di Gaza menutup pernyataan dengan menyerukan kewaspadaan publik, menyatakan bahwa narasi palsu seperti ini adalah bagian dari “perang psikologis” dan bahwa “kesadaran rakyat adalah garis pertahanan pertama melawan propaganda Rezim Pendudukan”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *