Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah Kecam Saudi yang Buka Zona Udaranya untuk Lawatan PM Israel ke UEA

Pemimpin Ansharullah Kecam Saudi yang Buka Zona Udaranya untuk Lawatan PM Israel ke UEA

POROS PERLAWANAN – Sejumlah delegasi dari suku-suku Ma’rib, Shabwah, dan al-Baidha pada Minggu 19 Desember kemarin menemui Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik al-Houthi.

Kanal al-Masirah mengutip pernyataaan al-Houthi yang menganggap pertemuan-pertemuan semacam ini penting dalam rangka menghadapi agresi Koalisi Saudi dan memperkuat hubungan antara warga Yaman.

“Persaudaraan dan kesepahaman di tengah rakyat Yaman harus diperkuat, sementara orang-orang yang menyuarakan perpecahan mesti diabaikan,” tegas al-Houthi, dilansir Fars.

Pemimpin Ansharullah mengecam Saudi yang menutup zona udara Yaman bagi warga negara ini. Namun malah membuka zona udara Makkah dan Madinah untuk PM Israel agar bisa melawat ke UEA.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Syahid di Yaman, al-Houthi menyinggung komitmen rakyat negaranya terhadap konsep syahadah.

Menurutnya, syahadah di jalan Allah adalah nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada manusia.

“Saat kita melangkah di jalan penumpasan kezaliman dan penindasan, kita akan meraih kemenangan pasti dari-Nya,” tegas al-Houthi.

“Pasukan kejahatan tidak membiarkan kita hidup bebas sebagaimana yang dikehendaki Allah. Sebab itu, kita mesti bergerak atas dasar iman sebagai bangsa yang merindukan kebebasan dan kemerdekaan.”

“Dari sudut pandang kemanusiaan, kejahatan Koalisi Agresor di Yaman adalah sebuah noda aib… Semua orang berkata bahwa agresi ke Yaman adalah perang penyulut bencana yang tidak selaras dengan barometer etika dan kemanusiaan,” kata al-Houthi.

Seraya menandaskan bahwa Koalisi Agresor Saudi mustahil mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, al-Houthi berkata bahwa kelanjutan pembelaan terhadap bangsa Yaman adalah sebuah sikap yang benar. Jika kita menerima kebebasan kita dirampas, katanya, itu bukan perdamaian, tapi menyerah kalah.

“Kita menerima perdamaian, namun menolak untuk menyerah. Demi terwujudnya perdamaian, mereka (Koalisi Saudi) harus menghentikan agresi dan blokade. Kita bukan bangsa agresor. Allah tidak ingin kita angkat tangan dan dihinakan,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *