Pemimpin Ansharullah: Syahid Ebrahim Raisi adalah Teladan Ketulusan
POROS PERLAWANAN – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik Badruddin Al-Houthi, pada Rabu malam (26/3), mengenang para syuhada dari Poros Perlawanan dan menyebut Presiden Iran yang syahid sebagai teladan ketulusan.
Dalam pidatonya yang disampaikan menjelang Jumat terakhir bulan suci Ramadan dan Yaumul Quds Internasional, pemimpin Ansarullah memberikan penghormatan kepada para pejuang Poros Perlawanan dan para syuhada yang gugur di jalan pembebasan Quds.
Sayyid Abdul-Malik Badruddin Al-Houthi kemudian menyebut Presiden Iran yang syahid, Sayyid Ebrahim Raisi, sebagai sosok teladan dalam ketulusan serta seorang yang sangat peduli terhadap perjuangan Palestina. Ia menegaskan bahwa Raisi mencerminkan sikap Republik Islam Iran dan secara nyata merepresentasikan pendirian negara tersebut.
Dalam pidatonya, pemimpin Ansarullah juga menyebut Sekretaris Jenderal Hizbullah yang syahid, Sayyid Hassan Nasrallah, sebagai “pemimpin bersejarah” dan “syahid Islam dan kemanusiaan”. Sementara itu, ia juga menggambarkan syahid Ismail Haniyeh, kepala Biro Politik Hamas, sebagai “pemimpin syahid besar”, “syahid Al-Aqsa”, dan “syahid Palestina”.
Sayyid Abdul-Malik Badruddin Al-Houthi menekankan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh syahid Nasrallah dan syahid Haniyeh adalah cerminan dari kebenaran, membangkitkan kesadaran umat, memiliki pengaruh di medan perang, serta lahir dari tekad yang tulus dan pendekatan yang serius dalam perjuangan.
Pemimpin Ansarullah melanjutkan, kedua tokoh tersebut telah mengorbankan segala yang mereka miliki di jalan Allah dan dalam perjuangan membebaskan Quds. Mereka adalah pelopor umat Islam dan pembawa panji jihad.
Dalam bagian lain dari pidatonya, ia membahas perkembangan terkini dan mengatakan: “Agresi Israel, yang dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat, bertujuan untuk menghapus perjuangan Palestina. Upaya untuk mengusir rakyat Palestina semakin jelas terlihat dalam aksi-aksi kejahatan Israel, termasuk pembantaian massal, penghancuran fasilitas, serta membuat rakyat kelaparan dan kehausan.”
Sayyid Abdul-Malik Al-Houthi menyerukan kepada negara-negara Arab agar mengambil sikap serius, berani, dan bersejarah untuk mencegah pengusiran rakyat Palestina serta melawan rencana Amerika dalam normalisasi hubungan dengan Israel.
Ia menegaskan, pengusiran rakyat Palestina hanya bisa terjadi melalui pengkhianatan dan kolusi dari negara-negara Arab. Oleh karena itu, negara-negara Arab harus waspada karena tindakan semacam itu merupakan keterlibatan dalam kejahatan.
Sayyid Abdul-Malik Al-Houthi mengatakan: “Jika Israel berhasil mengusir rakyat Palestina, maka negara-negara di sekitar Palestina dan negara-negara Arab akan menjadi target berikutnya.”
Pemimpin Ansarullah juga menyerukan kepada seluruh umat Islam agar berdiri melawan ambisi rezim Zionis dan untuk tetap bersandar pada Allah agar tidak terjerumus dalam kekalahan psikologis dan keputusasaan.
Ia menegaskan, meskipun menghadapi serangan dari Amerika Serikat, Yaman tidak akan mundur sedikit pun dan akan terus melanjutkan operasinya untuk mendukung rakyat Palestina.
