Ketua Biro Politik Hamas Puji Peran Imam Khomeini dan Sayyid Ali Khamenei dalam Yaumul Quds
POROS PERLAWANAN – Ketua Biro Politik Hamas di Gaza, Dr. Khalil al-Hayya, menegaskan bahwa perlawanan Palestina telah berhasil mengubah dinamika konflik dan menunjukkan kelemahan musuh. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka peringatan Yaumul Quds Internasional pada rabu (26/3), yang menjadi momentum penting bagi perjuangan pembebasan Palestina.
Dalam pidatonya, Khalil al-Hayya menyoroti besarnya pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pejuang Palestina demi tujuan suci Quds. Ia menyatakan:
“Yaumul Quds akan segera tiba, dan hari ini kita telah kehilangan para pejuang yang mengorbankan nyawa mereka untuk Quds. Kita telah kehilangan komandan besar, syahid Ismail Haniyeh, serta Sayyid Hassan Nasrallah, yang telah memenuhi janjinya dan mewujudkannya.”
Al-Hayya juga mengenang kesyahidan Yahya al-Sinwar dan Saleh al-Arouri, yang ia sebut sebagai simbol kejujuran dalam pertempuran. Selain itu, ia turut menyebut syahid Sayyid Ibrahim Raisi yang juga syahid dalam perjuangan.
Ketua Hamas di Gaza ini menegaskan bahwa umat Islam di Palestina dan Gaza berada di ambang kemenangan. Ia menambahkan:
“Kita berada di ambang Yaumul Quds yang ditetapkan oleh Imam Khomeini (r.a) dan diteruskan oleh Sayyid Ali Khamenei.”
Dalam bagian lain pernyataannya, ia menegaskan bahwa keadaan perang tidak akan kembali mundur, dan Perlawanan Palestina telah menunjukkan kemampuannya dalam mengambil inisiatif serta mengungkap ketidakmampuan musuh dalam menghadapi perjuangan rakyat Palestina.
“Kami telah melakukan segala upaya sejak 7 Oktober 2023 untuk menghentikan agresi, pembunuhan, dan teror yang dilakukan oleh penjajah Zionis, serta menghentikan perluasan pemukiman ilegal mereka,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Khalil al-Hayya menegaskan, Perlawanan telah berhasil memperlihatkan wajah asli penjajah sebagai ancaman strategis bagi umat Islam. Ia menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan dan mempertahankan perlawanan.
Ia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata, dengan menegaskan:
“Penjajah telah melanggar kesepakatan yang telah mereka tanda tangani dengan kami. Mereka gagal melanjutkan ke tahap kedua dari kesepakatan tersebut dan masih meneruskan agresi. Kami menegaskan kesiapan kami untuk melanjutkan implementasi kesepakatan ini.”
Dengan pernyataan ini, Hamas kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan melawan segala bentuk pendudukan.
