Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah Yaman Nyatakan Israel Jadikan Somaliland Basis Militer dan Intelijen

Al-Houthi: Segala Bentuk Eksistensi Israel di ‘Somaliland’ adalah Target Sah Kami

POROS PERLAWANAN — Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badreddin al-Houthi memperingatkan bahwa setiap kehadiran Israel di wilayah Somaliland akan menjadi target militer Angkatan Bersenjata Yaman. Pernyataan itu disampaikan menyusul pengakuan resmi Israel terhadap wilayah separatis Somaliland di Somalia utara, yang ia sebut sebagai agresi terhadap Somalia, Yaman, serta ancaman langsung bagi keamanan Laut Merah dan Teluk Aden.

Dalam pernyataannya pada Senin 29 Desember, al-Houthi menegaskan bahwa pengakuan tersebut “tidak memiliki legitimasi hukum apa pun” dan merupakan bagian dari apa yang ia gambarkan sebagai konspirasi Zionis untuk memecah-belah negara-negara di Kawasan. Al-Houthi menilai langkah Israel itu menargetkan Somalia, Yaman, negara-negara Afrika, serta jalur pelayaran strategis di Laut Merah.

Al-Houthi juga memperingatkan bahwa Israel berupaya menggunakan Somaliland sebagai basis aktivitas militer dan intelijen untuk memperluas pengaruhnya di Tanduk Afrika. “Kehadiran Israel di Somaliland merupakan agresi langsung terhadap Somalia dan Yaman serta ancaman terhadap keamanan regional,” ujarnya, seraya menyerukan sikap tegas negara-negara Arab dan Islam untuk mendukung kedaulatan Somalia dan mencegah masuknya pengaruh Israel ke kawasan tersebut.

Reaksi Internasional dan Regional

Gelombang kecaman terhadap langkah Israel terus bermunculan. Kementerian Luar Negeri China, pada hari yang sama, mendesak otoritas Somaliland untuk menghentikan aktivitas separatis dan tidak bersekongkol dengan kekuatan asing. Beijing menegaskan dukungannya terhadap integritas teritorial Somalia dan memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan regional serta mengganggu kerja sama ekonomi di Afrika Timur.

Dari Timur Tengah, sebuah sumber Kerajaan Saudi menyatakan bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland semakin mempersulit proses normalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv serta berisiko mengisolasi Israel di Kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Channel 12 Israel pada Minggu. Azerbaijan juga dilaporkan mengutuk langkah yang sama.

Protes di Somaliland

Di Somaliland sendiri, aksi protes dilaporkan terjadi menyusul pengakuan Israel tersebut. Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan menyatakan penolakan terhadap kehadiran Israel di wilayah mereka. Anggota suku Al-Samroun di wilayah Borama turut ambil bagian dalam demonstrasi tersebut.

Pemerintah Somalia kembali menegaskan bahwa Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Republik Federal Somalia dan tidak dapat dipisahkan atau diduduki dengan cara apa pun.

Peran Mossad

Media Israel melaporkan bahwa pengakuan Tel Aviv terhadap Somaliland merupakan hasil dari diplomasi rahasia selama bertahun-tahun yang melibatkan Badan Intelijen Israel, Mossad. Surat kabar Ma’ariv melaporkan bahwa kerja sama tersebut bertujuan memperluas opsi operasional Israel di Tanduk Afrika dan Laut Merah, wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi pusat ketegangan geopolitik.

Seorang sumber Militer Israel mengatakan bahwa hubungan terbuka dengan Somaliland memberikan Angkatan Udara Israel lebih banyak pilihan operasional karena kedekatan geografis wilayah tersebut dengan jalur strategis Laut Merah dan Samudera Hindia. Laporan itu juga menyebut upaya pembangunan infrastruktur keamanan dan intelijen di wilayah tersebut.

Kritik dari Media Israel

Sementara itu, surat kabar Jerusalem Post menilai pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland sebagai kesalahan strategis yang mahal. Dalam sebuah artikel opini, media tersebut menyatakan bahwa meskipun Somaliland sering dipandang lebih stabil dibandingkan wilayah lain di Somalia, pengakuan sepihak justru berpotensi meningkatkan kerentanannya dan melemahkan kohesi internalnya tanpa memberikan keuntungan strategis yang signifikan bagi Israel.

Artikel itu juga menyoroti konteks politik domestik Israel, termasuk dinamika menjelang pemilihan umum, yang dinilai memengaruhi keputusan tersebut meskipun berisiko merugikan kepentingan jangka panjang.

Pengakuan Entitas Separatis di Yaman

Sejumlah laporan media Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv juga mempertimbangkan kemungkinan mengakui kelompok otonom di Yaman selatan yang didukung Uni Emirat Arab. Channel 11 Israel melaporkan bahwa langkah tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya membangun kerja sama strategis melawan Ansharullah.

Di saat yang sama, ketegangan militer dilaporkan meningkat di Provinsi Hadramaut, Yaman timur. Saksi mata menyebutkan adanya penerbangan pesawat tempur Saudi dan ledakan keras di wilayah tersebut, yang diduga berasal dari serangan udara terhadap target yang belum teridentifikasi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *