Pemimpin Arab Tolak Rencana Trump dalam KTT Kairo
POROS PERLAWANAN – KTT luar biasa para pemimpin Arab di Kairo dimulai dengan pidato Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, diikuti oleh pernyataan dari berbagai pejabat Arab mengenai perkembangan terbaru terkait Palestina dan rencana Mesir untuk Jalur Gaza.
Menurut Kantor Berita Tasnimnews pada Rabu 5 Maret, pertemuan ini membahas situasi Palestina dan strategi yang dapat diambil untuk menangani krisis di Jalur Gaza.
Al-Sisi: Agresi Zionis Noda Memalukan dalam Sejarah
Dalam sambutannya, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah menghadapi tantangan besar yang mengancam keamanan dan stabilitas. Ia menyoroti bahwa perang di Gaza bertujuan untuk mengusir penduduknya dengan kekuatan senjata.
Al-Sisi menyebut agresi Israel terhadap Gaza sebagai “noda memalukan dalam sejarah umat manusia”. Ia menekankan bahwa rakyat Palestina tetap berpegang teguh pada tanah mereka dan tekad mereka menjadi contoh perjuangan untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka.
Lebih lanjut, ia menyatakan harapannya agar Pemerintahan Trump dan pihak-pihak terkait dapat menghentikan perang di Gaza.
Bahrain dan Mesir Dukung Palestina
Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, dalam pidatonya menyatakan penolakannya terhadap segala upaya untuk mengusir warga Palestina. Ia juga menegaskan dukungan Bahrain terhadap rencana Mesir bagi Gaza.
Sementara itu, Presiden Mesir memperingatkan konsekuensi serius dari agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Masjid Al-Aqsa dan pelanggaran status quo di sana. Ia menekankan bahwa stabilitas Kawasan hanya dapat tercapai melalui penghormatan terhadap hak-hak Palestina.
Guterres Serukan Upaya Mencegah Perang di Gaza
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pidatonya menyatakan keprihatinan atas risiko eskalasi di Gaza. Ia menekankan perlunya segala upaya untuk mencegah dimulainya kembali perang.
Guterres juga menyoroti agresi Israel terhadap Suriah dan Lebanon, serta menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah kedua negara tersebut harus dihormati. Ia menyambut baik rencana Liga Arab untuk mendukung pembangunan kembali Gaza dan menyebut situasi di Tepi Barat sebagai “sangat mengkhawatirkan”.
Raja Yordania: Tolak Relokasi Warga Palestina
Raja Abdullah II dari Yordania dengan tegas menolak rencana relokasi warga Palestina. Ia menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza harus menjadi prioritas dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu, ia menyerukan penghentian tindakan agresif Israel di Tepi Barat, khususnya selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, solusi dua negara adalah satu-satunya jalan keluar bagi konflik Palestina-Israel.
Abdullah II juga mengecam keputusan Israel yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Abu Mazen: Otoritas Palestina Harus Kendalikan Gaza
Presiden Otoritas Palestina (PA), Abu Mazen menegaskan bahwa visi PA adalah mengambil alih administrasi Gaza dan menyediakan layanan keamanan terpadu. Ia menyatakan kesiapan PA untuk menyelenggarakan Pemilu dalam setahun jika kondisi memungkinkan.
Abu Mazen juga memuji rencana rekonstruksi Gaza yang diinisiasi Mesir dan Liga Arab, serta meminta dukungan dari Presiden AS untuk merealisasikan rencana tersebut.
Dukungan Mauritania, Lebanon, dan Irak untuk Palestina
Presiden Mauritania menekankan pentingnya mengonsolidasikan perjanjian gencatan senjata di Gaza dan memastikan implementasi semua poinnya.
Sementara itu, Presiden Lebanon, Joseph Aoun menegaskan bahwa Israel masih menduduki sebagian wilayah Lebanon dan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menambahkan bahwa tanpa pembebasan tanah Palestina, perdamaian tidak akan tercapai.
Presiden Irak, Abdul Latif Rashid memperingatkan konsekuensi bencana dari rencana anti-Palestina dan mengutuk permintaan Israel untuk merelokasi dua juta warga Gaza. Ia menyerukan masyarakat internasional agar bersatu menentang upaya pengusiran warga Palestina.
Pemimpin Afrika Serukan Solidaritas dengan Palestina
Presiden Komoro menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Palestina dan menekankan pentingnya pelaksanaan perjanjian gencatan senjata.
Presiden Djibouti menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyetujui pengusiran warga Palestina dan menyerukan penghentian agresi terhadap mereka.
Libya dan Arab Saudi: Posisi Tegas terhadap Rencana Trump
Kepala Dewan Kepresidenan Libya menyatakan bahwa dunia Arab harus bersatu menentang segala upaya pengusiran warga Palestina dan pengosongan Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, dalam pidatonya menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka. Ia juga menyerukan jaminan internasional agar gencatan senjata di Gaza dapat bertahan dan membawa stabilitas serta kesejahteraan bagi Kawasan.
Jolani: Seruan untuk Mengakhiri Agresi Israel
Kepala Pemerintahan Transisi Suriah, Al-Jolani, dalam pidatonya mengeklaim bahwa pihaknya siap membantu Gaza dalam menghadapi agresi Israel. Ia mendesak negara-negara Arab untuk bersatu dalam membela rakyat Palestina dan menolak upaya relokasi warga Gaza.
Jolani juga menyerukan tekanan internasional agar Israel menarik diri dari Suriah selatan dan mengakhiri pendudukannya atas wilayah tersebut.
Kesimpulan
KTT Kairo menjadi ajang penolakan tegas para pemimpin Arab terhadap rencana Trump yang dianggap merugikan Palestina. Para pemimpin menekankan pentingnya solusi dua negara, penghentian agresi Israel, serta rekonstruksi Gaza sebagai prioritas utama. Mereka juga menyerukan dukungan internasional untuk memastikan hak-hak Palestina tetap terlindungi dan diperjuangkan di forum global.
